Hari/ Tanggal : Jumat, 21 Januari 2022
Jumat, 21 Januari 2022
PERBANDINGAN SEGITIGA SIKU SIKU
Senin, 17 Januari 2022
KESEBANGUAN PADA TRAPESIUM
Hari,tanggal : Senin-Jumat, 17 - 21 Januari 2022
Kelas : 9A - 9D
Materi : Kesebanguan dan Kekongruenan
Kompetensi Dasar: 3.6 Menjelaskan dan menentukan kesebangunan dan kekongruenan antar bangun datar
Tujuan Pembelajaran
Setelah memahami materi kesebanguan dua segitiga, maka peserta didik dapat
Menjelaskan Kesebangunan dua segitiga
Menghitung panjang sisi segitiga yang belum di ketahui
Menghitung panjang sisi pada trapesium
Assalamualaikum anak- anak yang sholeh sholehah....
Apa kabarnya hari ini ?
Semoga kita semua dalam lindungan Allah SWT Aamiin.....
Dan jangan lupa tetap selalu menjaga kesehatan dan selalu memakai prokes nya ya nak.
Baiklah sebelum kita melaksanakan pembelajaran di pagi ini, alangkah baiknya kita awali dengan melaksanakan sholat dhuha dan murojaahnya terlebih dahulu ya nak, dan tak lupa setelah itu pembacaan asmaul husna dan doa belajar ya supaya ilmu yang dipelajari hari ini akan bermanfaat, mudah diterima dan akan berkah ilmunya
Baiklah, materi pertemuan kita minggu ini adalah
| atau |
1. Perhatikan gambar berikut!
Tentukan Panjang DB
Pembahasan:
Gambar di atas adalah gambar bangun ΔABC dan ΔADE dan kedua bangun tersebut adalah sebangun. Untuk menentukan DB, langkah yang dilakukan adalah menentukan AB terlebih dahlu dan ambil perbandingan alas dan tinggi dari kedua sisi segitiga seperti berikut.
Dengan demikian, DB = AB – AD = 15 cm – 10 cm = 5 cm
2. Perhatikan gambar segitiga dibawah ini!
Tentukan QR dan QU
Pembahasan:
Seperti penyelesaian pada soal nomor 2. Ambil perbandingan sisi-sisi yang bersesuaian dari segitiga PQR dan segitiga SUR!
QU = QR – UR = 20 cm – 15 cm = 5 cm
Jadi, panjang sisi QR = 20 cm dan panjang sisi QU = 5 cm
Kesebangunan Trapesium Bentuk 1
Trik cepat yang disimpulkan melalui rumus kesebangunan trapesium untuk bentuk pertama adalah menggunakan rumus berikut.
atau |
Kesebangunan Trapesium Bentuk 2
Perhatikan sebuah bangun datar berbentuk trapesium seperti yang diberikan di atas. Pada trapesium memuat titik E dan titik F yang masing – masing merupakan titik tengah garis AC dan BD. Sehingga, AE : AC = BF : BD = 1: 2
Rumus cepat untuk mendapatkan panjang EF adalah melalui rumus kesebangunan trapesium berikut.
Jika E dan F adalah titik tengah diagonal AC dan BD maka panjang EF pada gambar di atas adalah ….
A. 4 cm
B. 8 cm
C. 16 cm
D. 32 cm
Pembahasan:
Diketahui:
- AB = 20 cm
- CD = 12 cm
- Titik E dan F adalah titik tengah diagonal AC dan BD
Menghitung EF:
Jawaban: A
Demikianlah materi pembelajran kita hari ini, semoga bermanfaat buat kalian dan jangan lupa kalau masih ada yang belum jelas silahkan ditanya lewat WA.
Untuk lebih paham dengan materi diatas, silahkan anak anak kerjakan soal latihan di bawah ini ya
LATIHAN
1. Panjang TU adalah ….
A. 14 cm
B. 15 cm
C. 16 cm
D. 19 cm
2. Pada gambar berikut, panjang AB adalah . . . .
A. 8 cm
B. 9 cm
C. 12 cm
D. 15 cm
3. Seorang pemuda menghitung lebar
sungai dengan menancapkan tongkat di B, C, D dan E (seperti pada gambar)
segingga DCA segaris ( A = Benda di seberang sungai) . Lebar sungai Ab adalah .
. .
A. 16 m
B. 15 m
C. 9 m
D. 7 m
4. Perhatikan
gambar di bawah !
Segitiga ABC siku-siku di B. Jika AD = 3 cm, DB = 2 cm dan BC = 4 cm, maka panjang DE adalah ….
A. 2,4 cm
B. 6,7 cm
C. 3,75 cm
D. 3,6 cm
Jumat, 14 Januari 2022
TRIPEL PYTHAGORAS
Hari/ Tanggal : Jumat, 14 Januari 2022
Senin, 10 Januari 2022
KESEBANGUAN DUA SEGITIGA
Hari,tanggal : Senin-Jumat, 3 - 7 Januari 2022
Kelas : 9A - 9D
Materi : Kesebanguan dan Kekongruenan
Kompetensi Dasar: 3.6 Menjelaskan dan menentukan kesebangunan dan kekongruenan antar bangun datar
Tujuan Pembelajaran
Setelah memahami materi kesebanguan dua segitiga, maka peserta didik dapat
Menjelaskan Kesebangunan dua segitiga
Menghitung panjang sisi segitiga yang belum di ketahui
Assalamualaikum anak- anak yang sholeh sholehah....
Apa kabarnya hari ini ?
Semoga kita semua dalam lindungan Allah SWT Aamiin.....
Dan jangan lupa tetap selalu menjaga kesehatan dan selalu memakai prokes nya ya nak.
Baiklah sebelum kita melaksanakan pembelajaran di pagi ini, alangkah baiknya kita awali dengan melaksanakan sholat dhuha dan murojaahnya terlebih dahulu ya nak, dan tak lupa setelah itu pembacaan asmaul husna dan doa belajar ya supaya ilmu yang dipelajari hari ini akan bermanfaat, mudah diterima dan akan berkah ilmunya
Baiklah, materi pertemuan kita minggu ini adalah
Mengenal Kesebangunan Segitiga
Ada dua syarat yang harus dipenuhi oleh 2 bangun datar agar bisa disebut sebangun. Yang pertama adalah sudut – sudut yang bersesuaian antara kedua bangun datar sama besar. Syarat kedua adalah panjang sisi – sisi yang bersesuaian harus mempunyai perbandingan yang sama.
Kesebangunan pada segitiga bisa kita lihat dari tiap sisi dan
sudut yang bersesuai sehingga:
Rumus Kesebangunan Segitiga
Akan ada 3 rumus yang akan kita pelajari kali ini. Perhatikan gambar segitiga berikut ini:
Sebuah segitiga siku – siku ABC dengan sudut siku – siku di B dan
memiliki sebuah sebuah garis tinggi pada sisi AC dan titik siku – siku lainnya
di D. Bila diperhatikan ada dua buah segitiga yang membentuk segitiga ABC ini.
Bisa segitiga ABC dan BDC, atau segitiga ABC dan segitiga ABD, atau juga
segitiga ADB dan segitiga BDC. Semuanya akan memiliki rumus kesebangunan yang
berbeda-beda.
Rumus Kesebangunan Segitiga ABC dan BDC
Kuadrat sisi BC sama dengan hasil kali panjang sisi CD dan panjang
sisi CA. Persamaan rumus kesebangunan pada segitiga bentuk pertama adalah
sebagai berikut ini:
Rumus Kesebangunan Segitiga ABC dan ABD
Kuadrat sisi BA sama dengan hasil kali panjang sisi AD dan panjang
sisi AC. Persamaan rumus kesebangunan pada segitiga bentuk pertama adalah
sebagai berikut ini:
Rumus Kesebangunan Segitiga ADB dan BDC
Kuadrat sisi BD sama dengan hasil kali panjang sisi AD dan panjang
sisi CD. Persamaan rumus kesebangunan pada segitiga bentuk pertama adalah
sebagai berikut ini:
Contoh SoaL
Sisi CA memiliki panjang 8 cm, CD memiliki panjang 2 cm. Berapakah
panjang dari sisi BC?
Solusi:
Untuk menyelesaikan permasalahan yang satu ini, maka kita akan
bisa menggunakan rumus:

Tentukan panjang QS!

Tentukan panjang DB!
Panjang AC = 8 cm dan AB = 6 cm. Tentukan jarak titik A ke titik D!
4. Pak Budi memiliki sebidang tanah berbentuk segitiga siku-siku seperti gambar dibawah!
Pak Budi membagi tanahnya menjadi dua buah segitiga siku-siku. Bagian yang lebih luas akan ditanami padi sedangkan bagian yang lebih sempit akan ditanami sayuran. Tentukan luas masing-masing bagian tanah Pak Budi yang akan ditanami padi dan sayuran!
Kerjakan soal latihan di atas dan tugas kumpulkan ke email budiutami77@gmail. com
Jumat, 07 Januari 2022
TEOREMA PYTHAGORAS
Senin, 03 Januari 2022
KESEBANGUAN DAN KEKONGRUENAN DUA BANGUN DATAR
Hari,tanggal : Senin-Jumat, 3 - 7 Januari 2022
Kelas : 9A - 9D
Materi : Kesebanguan dan Kekongruenan
Kompetensi Dasar: 3.6 Menjelaskan dan menentukan kesebangunan dan kekongruenan antar bangun datar
Tujuan Pembelajaran
Setelah memahami materi fungsi kudrat, maka peserta didik dapat
Menjelaskan Kesebangunan dua bangun datar
Assalamualaikum anak- anak yang sholeh sholehah....
Apa kabarnya hari ini ?
Semoga kita semua dalam lindungan Allah SWT Aamiin.....
Dan jangan lupa tetap selalu menjaga kesehatan dan selalu memakai prokes nya ya nak.
Baiklah sebelum kita melaksanakan pembelajaran di pagi ini, alangkah baiknya kita awali dengan melaksanakan sholat dhuha dan murojaahnya terlebih dahulu ya nak, dan tak lupa setelah itu pembacaan asmaul husna dan doa belajar ya supaya ilmu yang dipelajari hari ini akan bermanfaat, mudah diterima dan akan berkah ilmunya
Baiklah, materi pertemuan kita minggu ini adalah
Pengertian Kesebangunan Bangun Datar
Kemudian, perhatikan sudut-sudut yang bersesuaian pada persegipanjang ABCD dan persegipanjang EFGH. Oleh karena keduanya berbentuk persegipanjang, setiap sudut besarnya 90° sehingga sudut-sudut yang bersesuaian pada kedua bangun tersebut sama besar.
Artinya kedua persegi panjang tersebut memiliki sisi-sisi yang bersesuaian dan sebanding sedangkan sudut-sudut yang bersesuaian sama besar. Oleh karena itu, persegipanjang ABCD dan persegipanjang EFGH dikatakan sebangun.
Kesebangunan adalah kesamaan perbandingan panjang sisi dan besar sudut antara dua buah bangun datar atau lebih.
Syarat Kesebangunan
Jadi, dua atau lebih bangun dikatakan sebangun jika memenuhi syarat-syarat sebagai berikut.
- Panjang sisi-sisi yang bersesuaian pada bangun-bangun tersebut memiliki perbandingan yang senilai.
- Sudut-sudut yang bersesuaian pada bangun-bangun tersebut sama besar.
Pengertian Kekongruenan

Perbedaan Kesebangunan dan Kekongruenan
(i) 10 cm, 15 cm
(ii) 16 cm, 20 cm
(iii) 18 cm, 12 cm
(iv) 12 cm, 15 cm
Pasangan persegipanjang yang sebangun adalah….
A. (i) dan (ii)
B. (ii) dan (iii)
C. (i) dan (iv), (ii) dan (iii)
D. (i) dan (iii), (ii) dan (iv)
Pembahasan
Persegipanjang yang sebangun akan memiliki perbandingan panjang dan lebar yang sama:
(i) 10 cm, 15 cm → 2 : 3
(ii) 16 cm, 20 cm → 4 : 5
(iii) 18 cm, 12 cm → 3 : 2
(iv) 12 cm, 15 cm → 4 : 5
Terlihat yang sebangun adalah (i) dan (iii) serta (ii) dan (iv), jawaban D.
Penyelesaian:
Demikianlah materi kita hari ini, semoga bisa dipahami oleh anak anak semuanya, seandainya ada yang belum paham silahkan bertanya lewat WA.
LATIHAN





























