Jumat, 21 Januari 2022

PERBANDINGAN SEGITIGA SIKU SIKU

 Hari/ Tanggal : Jumat, 21 Januari 2022

 Kelas              : 8F
 Materi            :  Teorema Pythagoras

KOMPETENSI DASAR
3.6 Menjelaskan dan membuktikan teorema pythagoras dan tripel pythagoras

Tujuan Pembelajaran :
    Setelah mengukuti kegiatan pembelajaran menggunakan model pembelajaran discovery Learning, dengan metode literasi, eksperimen, dan presentasi dengan menumbuhkan sikap menyadari kebesaran Tuhan, sikap gotong royong, jujur, dan berani mengemukakan pendapat, siswa dapat :
Ø  Memahami rumus dan menemukan perbandingan segitiga istimewa

Assalamualaikum anak- anak yang sholeh sholehah....
Apa kabarnya hari ini ?
Semoga kita semua dalam lindungan Allah SWT Aamiin.....
Dan jangan lupa tetap selalu menjaga kesehatan dan selalu memakai prokes nya ya nak.
Baiklah sebelum kita melaksanakan pembelajaran di pagi ini, alangkah baiknya kita awali dengan melaksanakan sholat dhuha dan murojaahnya terlebih dahulu ya nak, dan tak lupa setelah itu pembacaan asmaul husna dan doa belajar ya supaya ilmu yang dipelajari hari ini akan bermanfaat, mudah diterima dan akan berkah ilmunya 

Untuk materi hari ini silahkan anak anak klik link di bawah ini ya, selamat belajar




Senin, 17 Januari 2022

KESEBANGUAN PADA TRAPESIUM

  Hari,tanggal : Senin-Jumat, 17 - 21 Januari 2022

Kelas              : 9A - 9D

Materi            : Kesebanguan dan Kekongruenan


Kompetensi Dasar: 3.6 Menjelaskan dan menentukan kesebangunan dan kekongruenan antar bangun datar


Tujuan Pembelajaran

Setelah memahami materi kesebanguan dua segitiga, maka peserta didik dapat

   Menjelaskan Kesebangunan dua segitiga

   Menghitung panjang sisi segitiga yang belum di ketahui

   Menghitung panjang sisi pada trapesium


       


Assalamualaikum anak- anak yang sholeh sholehah....

Apa kabarnya hari ini ?

Semoga kita semua dalam lindungan Allah SWT Aamiin.....

Dan jangan lupa tetap selalu menjaga kesehatan dan selalu memakai prokes nya ya nak.

Baiklah sebelum kita melaksanakan pembelajaran di pagi ini, alangkah baiknya kita awali dengan melaksanakan sholat dhuha dan murojaahnya terlebih dahulu ya nak, dan tak lupa setelah itu pembacaan asmaul husna dan doa belajar ya supaya ilmu yang dipelajari hari ini akan bermanfaat, mudah diterima dan akan berkah ilmunya 

Baiklah, materi pertemuan kita minggu ini adalah 


Kesebangunan pada Segitiga:

Bentuk 1: kesebangunan pada segitiga




atau



CONTOH


1. Perhatikan gambar berikut!

Tentukan Panjang DB

Pembahasan:

Gambar di atas adalah gambar bangun ΔABC dan  ΔADE dan kedua bangun tersebut adalah sebangun.  Untuk menentukan DB, langkah yang dilakukan adalah menentukan AB terlebih dahlu dan ambil perbandingan alas dan tinggi dari kedua sisi segitiga seperti berikut.

Dengan demikian, DB = AB – AD = 15 cm – 10 cm = 5 cm

2. Perhatikan gambar segitiga dibawah ini!

Tentukan QR dan QU

Pembahasan:

Seperti penyelesaian pada soal nomor 2. Ambil perbandingan sisi-sisi yang bersesuaian dari segitiga PQR dan segitiga SUR!

QU = QR – UR = 20 cm – 15 cm = 5 cm

Jadi, panjang sisi QR = 20 cm dan panjang sisi QU = 5 cm


Kesebangunan Trapesium Bentuk 1

Trik cepat yang disimpulkan melalui rumus kesebangunan trapesium untuk bentuk pertama adalah menggunakan rumus berikut.


atau



Kesebangunan Trapesium Bentuk 2

Perhatikan sebuah bangun datar berbentuk trapesium seperti yang diberikan di atas. Pada trapesium memuat titik E dan titik F yang masing – masing merupakan titik tengah garis AC dan BD. Sehingga, AE : AC = BF : BD = 1: 2

Rumus cepat untuk mendapatkan panjang EF adalah melalui rumus kesebangunan trapesium berikut.


Contoh Soal 1
Perhatikan gambar trapesium ABCD di bawah ini.
Tentukan panjang EF

Penyelesaian:
Untuk menjawab soal ini ada dua alternatif yakni dengan rumus dan dengan cara memotongnya menjadi sebuah segitiga yang sebangun. Oke kita gunakan kedua cara tersebut.

Cara pertama (dengan rumus)
Rumus untuk mencari panjang EF yakni:
EF = [(CD × BF) + (AB × CF)]/(BF + CF), maka:
EF = [(7 × 4) + (12 × 6)]/(4 + 6)
EF = [28 + 72]/10
EF = 10 cm

Cara kedua (dengan segitiga)
Untuk cara yang kedua ini kita harus membuat garis yang sejajar AD dan dimulai dari titik C, maka gambarnya akan tampak seperti ini.

Perhatikan ΔBCY yang sebangun dengan ΔCFX, dengan menggunakan konsep kesebangunan maka:
BY/XF = BC/FC
5/XF = 10/6
XF = 30/10
XF = 3 cm

EF = EX + XF
EF = 7 cm + 3 cm
EF = 10 cm
Jadi panjang EF adalah 10 cm.

2. Perhatikan gambar di bawah!

Jika E dan F adalah titik tengah diagonal AC dan BD maka panjang EF pada gambar di atas adalah ….
A. 4 cm
B. 8 cm
C. 16 cm
D. 32 cm

Pembahasan:

Diketahui:

  • AB = 20 cm
  • CD = 12 cm
  • Titik E dan F adalah titik tengah diagonal AC dan BD

Menghitung EF:


\[ EF = \frac{1}{2} \left( AB - CD \right) \]

  \[ EF = \frac{1}{2} \left( 20 - 12 \right) \]

  \[ EF = \frac{1}{2} \times 8 = 4 \; cm \]

Jawaban: A

Demikianlah materi pembelajran kita hari ini, semoga bermanfaat buat kalian dan jangan lupa kalau masih ada yang belum jelas silahkan ditanya lewat WA.

Untuk lebih paham dengan materi diatas, silahkan anak anak kerjakan soal latihan di bawah ini ya


LATIHAN

1. Panjang TU adalah ….
A. 14 cm
B. 15 cm
C. 16 cm
D. 19 cm


2. Pada gambar berikut, panjang AB adalah . . . .

A. 8 cm

B. 9 cm
C. 12 cm
D. 15 cm




3. Seorang pemuda menghitung lebar sungai dengan menancapkan tongkat di B, C, D dan E (seperti pada gambar) segingga DCA segaris ( A = Benda di seberang sungai) . Lebar sungai Ab adalah . . .


A. 16 m
B. 15 m
C. 9 m
D. 7 m


4. Perhatikan gambar di bawah !

Segitiga ABC siku-siku di B. Jika AD = 3 cm, DB = 2 cm dan BC = 4 cm, maka panjang DE adalah ….

A. 2,4 cm

B. 6,7 cm

C. 3,75 cm

D. 3,6 cm


Jumat, 14 Januari 2022

TRIPEL PYTHAGORAS

  Hari/ Tanggal : Jumat, 14 Januari 2022

 Kelas              : 8F
 Materi            :  Teorema Pythagoras

KOMPETENSI DASAR
3.6 Menjelaskan dan membuktikan teorema pythagoras dan tripel pythagoras

Tujuan Pembelajaran :
    Setelah mengukuti kegiatan pembelajaran menggunakan model pembelajaran discovery Learning, dengan metode literasi, eksperimen, dan presentasi dengan menumbuhkan sikap menyadari kebesaran Tuhan, sikap gotong royong, jujur, dan berani mengemukakan pendapat, siswa dapat :
Ø  Memahami rumus dari Tripel Pythagoras
Ø  Menjelaskan bunyi Tripel Pythagoras
Ø  Menyajikan hasil pembelajaran Tripel Pythagoras

Assalamualaikum anak- anak yang sholeh sholehah....
Apa kabarnya hari ini ?
Semoga kita semua dalam lindungan Allah SWT Aamiin.....
Dan jangan lupa tetap selalu menjaga kesehatan dan selalu memakai prokes nya ya nak.
Baiklah sebelum kita melaksanakan pembelajaran di pagi ini, alangkah baiknya kita awali dengan melaksanakan sholat dhuha dan murojaahnya terlebih dahulu ya nak, dan tak lupa setelah itu pembacaan asmaul husna dan doa belajar ya supaya ilmu yang dipelajari hari ini akan bermanfaat, mudah diterima dan akan berkah ilmunya 

 Baiklah untuk pertemuan kali ini kita akan memasuki materi 

TRIPEL PYTHAGORAS



Demikianlah materi kita hari ini, kalau masih ada yang belum jelas bisa bertanya lewat WA.
Dan untuk lebih jelasnya materi ini silahkan anak anak kerjakan latihan di bawah ini

LATIHAN

KERJAKAN LATIHAN DI BAWAH INI   NO : 1,2,3

KIRIMKAN TUGASNYA KE email budiutami77@gmail.com



Senin, 10 Januari 2022

KESEBANGUAN DUA SEGITIGA


  Hari,tanggal : Senin-Jumat, 3 - 7 Januari 2022

Kelas              : 9A - 9D

Materi            : Kesebanguan dan Kekongruenan


Kompetensi Dasar: 3.6 Menjelaskan dan menentukan kesebangunan dan kekongruenan antar bangun datar


Tujuan Pembelajaran

Setelah memahami materi kesebanguan dua segitiga, maka peserta didik dapat

   Menjelaskan Kesebangunan dua segitiga

   Menghitung panjang sisi segitiga yang belum di ketahui


       


Assalamualaikum anak- anak yang sholeh sholehah....

Apa kabarnya hari ini ?

Semoga kita semua dalam lindungan Allah SWT Aamiin.....

Dan jangan lupa tetap selalu menjaga kesehatan dan selalu memakai prokes nya ya nak.

Baiklah sebelum kita melaksanakan pembelajaran di pagi ini, alangkah baiknya kita awali dengan melaksanakan sholat dhuha dan murojaahnya terlebih dahulu ya nak, dan tak lupa setelah itu pembacaan asmaul husna dan doa belajar ya supaya ilmu yang dipelajari hari ini akan bermanfaat, mudah diterima dan akan berkah ilmunya 

Baiklah, materi pertemuan kita minggu ini adalah 

Mengenal Kesebangunan Segitiga

Ada dua syarat yang harus dipenuhi oleh 2 bangun datar agar bisa disebut sebangun. Yang pertama adalah sudut – sudut yang bersesuaian antara kedua bangun datar sama besar. Syarat kedua adalah panjang sisi – sisi yang bersesuaian harus mempunyai perbandingan yang sama.

Kesebangunan pada segitiga bisa kita lihat dari tiap sisi dan sudut yang bersesuai sehingga:



Rumus Kesebangunan Segitiga

Akan ada 3 rumus yang akan kita pelajari kali ini. Perhatikan gambar segitiga berikut ini:

Sebuah segitiga siku – siku ABC dengan sudut siku – siku di B dan memiliki sebuah sebuah garis tinggi pada sisi AC dan titik siku – siku lainnya di D. Bila diperhatikan ada dua buah segitiga yang membentuk segitiga ABC ini. Bisa segitiga ABC dan BDC, atau segitiga ABC dan segitiga ABD, atau juga segitiga ADB dan segitiga BDC. Semuanya akan memiliki rumus kesebangunan yang berbeda-beda.

Rumus Kesebangunan Segitiga ABC dan BDC

Kuadrat sisi BC sama dengan hasil kali panjang sisi CD dan panjang sisi CA. Persamaan rumus kesebangunan pada segitiga bentuk pertama adalah sebagai berikut ini:



Rumus Kesebangunan Segitiga ABC dan ABD

Kuadrat sisi BA sama dengan hasil kali panjang sisi AD dan panjang sisi AC. Persamaan rumus kesebangunan pada segitiga bentuk pertama adalah sebagai berikut ini:



Rumus Kesebangunan Segitiga ADB dan BDC

Kuadrat sisi BD sama dengan hasil kali panjang sisi AD dan panjang sisi CD. Persamaan rumus kesebangunan pada segitiga bentuk pertama adalah sebagai berikut ini:



Contoh SoaL

Sisi CA memiliki panjang 8 cm, CD memiliki panjang 2 cm. Berapakah panjang dari sisi BC?

Solusi:

Untuk menyelesaikan permasalahan yang satu ini, maka kita akan bisa menggunakan rumus:

dDemikianlah materi kita hari ini semoga anak anak paham, jika masih ada yang belum paham silahkan bertanya lewat WA. Dan untuk lebih paham materi ini, silahkan anak anak kerjakan latihan di bawah ini

 LATIHAN

Di1. Diketahui panjang SR adalah 8 cm.

Tentukan panjang QS!
2. 

2.2. Perhatikan gambar berikut!

Tentukan panjang DB!

3.Perhatikan gambar segitiga siku-siku ABC berikut!



Panjang AC = 8 cm dan AB = 6 cm. Tentukan jarak titik A ke titik D!

4. Pak Budi memiliki sebidang tanah berbentuk segitiga siku-siku seperti gambar dibawah!




Pak Budi membagi tanahnya menjadi dua buah segitiga siku-siku. Bagian yang lebih luas akan ditanami padi sedangkan bagian yang lebih sempit akan ditanami sayuran. Tentukan luas masing-masing bagian tanah Pak Budi yang akan ditanami padi dan sayuran!

Kerjakan soal latihan di atas dan tugas kumpulkan ke email budiutami77@gmail. com




Jumat, 07 Januari 2022

TEOREMA PYTHAGORAS

  Hari/ Tanggal : Jumat, 7 Januari 2022
 Kelas              : 8F
 Materi            :  Teorema Pythagoras

KOMPETENSI DASAR
3.6 Menjelaskan dan membuktikan teorema pythagoras dan tripel pythagoras

Tujuan Pembelajaran :
    Setelah mengukuti kegiatan pembelajaran menggunakan model pembelajaran discovery Learning, dengan metode literasi, eksperimen, praktikum, dan presentasi dengan menumbuhkan sikap menyadari kebesaran Tuhan, sikap gotong royong, jujur, dan berani mengemukakan pendapat, siswa dapat :
Ø  Memahami rumus dari Teorema Pythagoras
Ø  Menjelaskan Teorema Pythagoras
Ø  Menjelaskan bunyi Teorema Pythagoras
Ø  Menyajikan hasil pembelajaran teorema Pythagoras

Assalamualaikum anak- anak yang sholeh sholehah....
Apa kabarnya hari ini ?
Semoga kita semua dalam lindungan Allah SWT Aamiin.....
Dan jangan lupa tetap selalu menjaga kesehatan dan selalu memakai prokes nya ya nak.
Baiklah sebelum kita melaksanakan pembelajaran di pagi ini, alangkah baiknya kita awali dengan melaksanakan sholat dhuha dan murojaahnya terlebih dahulu ya nak, dan tak lupa setelah itu pembacaan asmaul husna dan doa belajar ya supaya ilmu yang dipelajari hari ini akan bermanfaat, mudah diterima dan akan berkah ilmunya 
 Baiklah untuk pertemuan kali ini kita akan memasuki materi 
 Teorema Pythagoras
Teorema Pythagoras menyatakan bahwa “Dalam segitiga siku-siku, kuadrat dari sisi miring sama dengan jumlah kuadrat dari dua sisi lainnya”. Sisi-sisi segitiga ini dinamai Perpendicular, Base dan Hypotenuse.
Di sini, sisi miring adalah sisi terpanjang, karena berlawanan dengan sudut 90 °. Sisi-sisi segitiga siku-siku (katakanlah x, y dan z) yang memiliki nilai integer positif, ketika kuadrat, dimasukkan ke dalam persamaan, juga disebut triple Pythagoras.
Perhatikan segitiga siku-siku, yang diberikan di bawah ini:
 

Temukan nilai x.
  adalah sisi yang berlawanan dengan sudut kanan, maka itu adalah sisi miring.
Sekarang, dengan teorema kita tahu
 
 
Karena di dalam penerapannya tidak ada nilai negatif maka kita dapat simpulkan bahwa panjang garis miringnya adalah  
Rumus Teorema Phytagoras
 

Perhatikan segitiga yang diberikan di atas:
Di mana ”  ” adalah sisi tegak lurus (perpendicular side),
”  ” adalah dasarnya (base),
“ ” adalah sisi miring (hypotenuse side).
Menurut definisi tersebut, rumus phytagoras diberikan sebagai:
 
Jika panjang a dan b diketahui, maka c dapat dihitung sebagai
 
Jika panjang sisi miring c dan satu sisi (a atau b) diketahui, panjang yang lain dapat dicari dengan
  atau  
CONTOH
Soal 1
Sebuah persegi ABCD mempunyai panjang 8 cm dan lebar 6 cm. Tentukanlah panjang diagonal dari persegi tersebut.
Jawab: 
Diketahui:
• panjang = p = 8 cm
• lebar = L = 6 cm
Ditanya:
• diagonal = d = … ?
Berdasarkan dalil Pythagoras, maka:
⇒ d2 = p2 + L2
⇒ d2 = 82 + 62
⇒ d2 = 64 + 36
⇒ d2 = 100
⇒ d = √100
⇒ d = 10 cm
Sehingga, panjang diagonal persegi pada soal di atas adalah 10 cm.
Soal 2.
Suatu segitiga siku-siku KLM dengan siku-siku di L digambarkan seperti di bawah ini: 

Tentukan panjang sisi KL pada gambar di atas!
Jawab:
Sebab, segitiga di atas adalah segitiga siku-siku, maka berlaku rumus Phytagoras seperti berikut ini:
KM² = KL² + LM²
KL² = KM² – LM²
KL² = 13² – 12²
KL² = 169 – 144
KL² = 25
KL  =  √25
KL = 5
Sehingga, panjang sisi KL dalam segitiga siku-siku di atas yaitu 5 cm.

Demikianlah materi hari ini, kalau ada yang belum paham silahkan anak anak bertanya lewat waya nak. Dan untuk lebih paham materi ini, silahkan anak anak kerjakan sosl soal latihan di bawah ini

LATIHAN
 


KERJAKAN SOAL DI ATAS NO 1,2 3
JANGAN LUPA TUGAS DIKIRIMKAN KE email budiutami77@gmail.com

Senin, 03 Januari 2022

KESEBANGUAN DAN KEKONGRUENAN DUA BANGUN DATAR

 Hari,tanggal : Senin-Jumat, 3 - 7 Januari 2022

Kelas              : 9A - 9D

Materi            : Kesebanguan dan Kekongruenan


Kompetensi Dasar: 3.6 Menjelaskan dan menentukan kesebangunan dan kekongruenan antar bangun datar


Tujuan Pembelajaran

Setelah memahami materi fungsi kudrat, maka peserta didik dapat

   Menjelaskan Kesebangunan dua bangun datar


       


Assalamualaikum anak- anak yang sholeh sholehah....

Apa kabarnya hari ini ?

Semoga kita semua dalam lindungan Allah SWT Aamiin.....

Dan jangan lupa tetap selalu menjaga kesehatan dan selalu memakai prokes nya ya nak.

Baiklah sebelum kita melaksanakan pembelajaran di pagi ini, alangkah baiknya kita awali dengan melaksanakan sholat dhuha dan murojaahnya terlebih dahulu ya nak, dan tak lupa setelah itu pembacaan asmaul husna dan doa belajar ya supaya ilmu yang dipelajari hari ini akan bermanfaat, mudah diterima dan akan berkah ilmunya 

Baiklah, materi pertemuan kita minggu ini adalah 


Pengertian Kesebangunan Bangun Datar


Kesebangunan merupakan sebuah bangun datar di mana sudut – sudutnya mempuntai kesesuaian yang sama besarnya. Dan juga panjang sisi – sisi sudutnya juga bersesuai dengan mempunyai sebuah perbandingan yang sama.

Perhatikan contoh di bawah ini:
Dua Bangun Datar yang Sebangun
Sekarang, coba kamu perhatikan Gambar di atas! Sebangunkah persegipanjan ABCD dengan persegipanjang EFGH? Pada persegipanjang ABCD dan persegipanjang EFGH, perbandingan panjangnya adalah 4 : 8 = 1 : 2.
Adapun perbandingan lebarnya adalah 2 : 4 = 1 : 2. Dengan demikian, perbandingan sisi-sisi yang bersesuaian pada kedua persegipanjang tersebut dapat dinyatakan sebagai berikut.

Kemudian, perhatikan sudut-sudut yang bersesuaian pada persegipanjang ABCD dan persegipanjang EFGH. Oleh karena keduanya berbentuk persegipanjang, setiap sudut besarnya 90° sehingga sudut-sudut yang bersesuaian pada kedua bangun tersebut sama besar.

Artinya kedua persegi panjang tersebut memiliki sisi-sisi yang bersesuaian dan sebanding sedangkan sudut-sudut yang bersesuaian sama besar. Oleh karena itu, persegipanjang ABCD dan persegipanjang EFGH dikatakan sebangun.

Kesebangunan adalah kesamaan perbandingan panjang sisi dan besar sudut antara dua buah bangun datar atau lebih. 




Dua bangun datar yang sebangun

Kedua bangun di atas, ABCD dan KLMN  adalah dua bangun yang sebangun, karena memiliki sifat-sifat sebagai berikut :
a.       Pasangan sisi yang bersesuaian mempunyai perbandingan yang sama, yaitu
:
Pasangan sisi AD dan KN =  
Pasangan sisi AB dan KL = 
Pasangan sisi BC dan LM =   
Pasangan sisi CD dan MN = 
Jadi,   
b.      Besar sudut yang bersesuaian sama, yaitu :
Kemudian, perhatikan sudut-sudut yang bersesuaian pada persegipanjang ABCD dan persegipanjang KLMN. Oleh karena keduanya berbentuk persegipanjang, setiap sudut besarnya 90° sehingga sudut-sudut yang bersesuaian pada kedua bangun tersebut sama besar.

Syarat Kesebangunan 

Jadi, dua atau lebih bangun dikatakan sebangun jika memenuhi syarat-syarat sebagai berikut.

  1. Panjang sisi-sisi yang bersesuaian pada bangun-bangun tersebut memiliki perbandingan yang senilai.
  2. Sudut-sudut yang bersesuaian pada bangun-bangun tersebut sama besar.

Pengertian Kekongruenan

Kekongruenan merupakan dua buah bangun datar yang di mana kedua bangunnya sama – sama memiliki bentuk dan juga ukuran yang sama.
Kekongruenan ini biasa dilambangkan dengan pemakaian simbol ≅.
Perhatikan contoh di bawah ini:
1. Dua Bangun Datar yang Kongruen
kesebangunan dan kekongruenan pdf
Pada kedua bangun di atas adalah bangun yang kongruen, karena panjang KL = PQ, Panjang LM = QR, panjang MN = RS, panjang NK = SP maka oleh karena itu, pada bangun KLMN dan PQRS dapat dikatakan adalah kongruen karena memiliki bentuk dan ukuran yang sama.

Perbedaan Kesebangunan dan Kekongruenan

Hal mendasar yang membedakan kongruen dan sebangun yaitu:
Bangun dikatakan kongruen jika sisi-sisi yang bersesuaian harus sama panjang. Sementaa jika bangun dikatakan sebangun apabila perbandingan sisi-sisi yang bersesuaian harus sama besar.
Sehingga dapat kita simpulkan bahwa, seluruh bangun yang kongruen sudah pasti sebangun, namun jika sebangun belum tentu kongruen.




CONTOH

1. Berikut ini ditampilkan ukuran panjang dan lebar dari 4 buah persegipanjang.
(i) 10 cm, 15 cm
(ii) 16 cm, 20 cm
(iii) 18 cm, 12 cm
(iv) 12 cm, 15 cm
Pasangan persegipanjang yang sebangun adalah….
A. (i) dan (ii)
B. (ii) dan (iii)
C. (i) dan (iv), (ii) dan (iii)
D. (i) dan (iii), (ii) dan (iv)

Pembahasan
Persegipanjang yang sebangun akan memiliki perbandingan panjang dan lebar yang sama:
(i) 10 cm, 15 cm → 2 : 3
(ii) 16 cm, 20 cm → 4 : 5
(iii) 18 cm, 12 cm → 3 : 2
(iv) 12 cm, 15 cm → 4 : 5

Terlihat yang sebangun adalah (i) dan (iii) serta (ii) dan (iv), jawaban D.

2. Perhatikan gambar dua buah belah ketupat di bawah ini, apakah kedua berdiri tersebut sanggup dinyatakan kongruen?

 sudah pernah menawarkan ulasan bahan mengenai Contoh Soal Kesebangunan dan Kekongruenan Bangun Datar dan Penyelesaiannya


Penyelesaian:

Untuk menjawab soal tersebut, kalian harus mengingat kembali akan sifat-sifat berdiri datar yang dimiliki oleh belah ketupat, yaitu:

a. Semua sisi sama panjang dan sepasang-sepasang sejajar.
b. sudut-sudut yang berhadapan sama besar dan terbagi dua sama besar.

Pada belah ketupat ABCD diatas, diketahui bahwa AB = BC = CD = AD = 6 cm,
Sudut A = sudut C = 400, dan sudut B = sudut D = 1400 (sudut-sudut yang berhadapan)

Pada belah ketupat EFGH diatas, diketahui bahwa EF = FG = GH = EH = 6 cm,
Sudut E = sudut G = 400, dan sudut F = sudut H = 1400

Dari uraian tersebut sanggup diperoleh:

AB/EF = BC/FG = CD/GF = AD=EH = 1

sudut A = sudut C = Sudut E = sudut G = 400
sudut B = sudut D = sudut F = sudut H = 1400

Karena sisi-sisinya yang bersesuaian mempunyai ukuran sama panjang serta sudut-sudut yang bersesuaian sama besarnya, maka berdiri ABCD dan EFGH bisa dikatakan kongruen.



Demikianlah materi kita hari ini, semoga bisa dipahami oleh anak anak semuanya, seandainya ada yang belum paham silahkan bertanya lewat WA.


LATIHAN


1. Apakah masing-masing pasangan bangun di bawah ini sebangun?

2. Perhatikan gambar berikut:
Trapesium ABCD dan PQRS sebangun, tentukanlah:
a. Panjang BC
b. Panjang RS

3. a. Apakah persegi panjang KLMN sebangun dengan persegi panjang PQRS?
b. Apakah persegi panjang KLMN kongruen dengan persegi panjang PQRS?

Jawaban dikumpulkan ke email ibu budiutami77@gmail.com