IDENTITAS
Nama Guru : Sari Budi Utami, S.Pd
Mata Pelajaran : Matematika
Hari/Tanggal : Selasa / 6 Oktober 2026
Kelas : VII A, B, C
Materi : Aljabar
Pertemuan : 1
CAPAIAN PEMBELAJARAN :
Pada fase D :Peserta didik dapat mengenali unsur-unsur aljabar, melakukan operasi hitung
suku sejenis, dan memodelkan situasi nyata ke bentuk aljabar
MATERI PEMBELAJARAN :
Assalamu'alaikum Wr.Wb.
الـحَمْدُ للهِ رَبِّ العَالَـمِيْنَ ، وَالصَّلَاةُ وَالسَّلَامُ عَلَى أَشْرَفِ الأَنْبِيَاءِ وَالـمُرْسَلِيْنَ ، نَبِيِّنَا وَحَبِيْبِنَا مُـحَمَّدٍ وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ أَجْـمَعِيْنَ ، وَمَنْ تَبِعَهُمْ بِإِحْسَانٍ إِلَى يَوْمِ الدِّيْنِ ، أَمَّا بَعْدُ
Alhamdulillaahi robbil ‘aalamiin, wassholaatu wassalaamu ‘alaa asyroofil anbiyaa-i wal mursaliin, nabiyyinaa wahabiibinaa muhammadin, wa’ala alihi washahbihi aj’ma’iin,wa mantabi’ahum biihsanin ilaa yaumiddin, Amma ba’du.
Sebelum kita memasuki materi pembelajaran, kita harus mengingat kebesaran Allah Swt. yang telah menciptakan kita semua.
1. Al-Khaliq (Maha Pencipta) peserta didik belajar bahwa dalam Aljabar memiliki kaitan filosofis dan konseptual yang sangat erat dengan materi aljabar dalam matematika. Al-Khaliq berarti Allah menciptakan segala sesuatu dari ketiadaan menjadi ada, serta mengatur ciptaan-Nya dengan ukuran, pola, dan hukum yang presisi.
2. Al-Malik (Maha Merajai/Penguasa):
- Sebagai Penguasa Tertinggi, Allah memiliki hak mutlak untuk menentukan, mengubah, dan mengatur segala sesuatu di alam semesta sesuai kehendak-Nya.
- Kaitan dengan Aljabar: Dalam aljabar, terdapat konsep konstanta dan variabel. Sebuah variabel (\(x\)) nilainya bisa berubah-ubah, tetapi nilai akhir atau ketetapannya ditentukan oleh sebuah fungsi atau persamaan sistemik. Penemu aljabar (Al-Khawarizmi) merancang sistem ini di mana aturan-aturan matematis mengendalikan variabel tersebut untuk mencapai satu kebenaran mutlak (solusi persamaan).
3. Ar-Razzaq (Maha Pemberi Rezeki) (Maha Pemberi Rezeki) berkaitan dengan konsep aljabar melalui pemaknaan bahwa ketetapan, distribusi, dan perhitungan rezeki dari Allah bersifat terstruktur, adil, dan memiliki kepastian hukum alam layaknya rumus atau persamaan matematik
Bentuk aljabar di atas terdiri dari huruf x sebagai variabel, angka 2 sebagai koefisien nilai x, dan angka 5 sebagai konstanta. Konstanta adalah nilai yang tetap, jadi nilainya sudah jelas. Sementara itu, variabel adalah nilai yang belum tetap, makanya bisa berubah-ubah.
Kemudian, variabel bisa disimbolkan menggunakan huruf, misalnya a, b, c, x, y, dan lain sebagainya. Terakhir, koefisien adalah nilai yang berada di depan variabel
Istilah-Istilah dalam Aljabar
1. Suku, yaitu sebuah konstanta, atau variabel, atau variabel beserta koefisiennya. Antar suku bisa digabungkan menggunakan operasi penjumlahan atau pengurangan.
Contohnya:
- 8, terdiri dari satu suku yang berupa konstanta.
- 9a + 2b, terdiri dari dua suku, yaitu 9a dan 2b yang dihubungkan menggunakan operasi penjumlahan.
- 3n2 – 2n – n, terdiri dari tiga suku, yaitu 3n2, 2n, dan n yang dihubungkan menggunakan operasi pengurangan.
Suku bisa dibedakan menjadi suku sejenis dan suku tidak sejenis. Dikatakan suku sejenis jika variabel dan pangkat variabelnya itu sama. Tapi, jika keduanya berbeda, disebut dengan suku tidak sejenis.
Contohnya:
- 2p2q + 5p2q disebut suku sejenis karena variabel dan pangkat variabelnya sama.
- 2xy2 + 2x2y disebut suku tidak sejenis karena variabel dan pangkat variabelnya tidak sama.