Selasa, 06 Oktober 2026

PENGERTIAN ALJABAR

  IDENTITAS

Nama Guru       : Sari Budi Utami, S.Pd

Mata Pelajaran : Matematika

Hari/Tanggal    : Selasa / 6 Oktober 2026

Kelas                :  VII A, B, C

Materi              :  Aljabar

Pertemuan        : 1


CAPAIAN PEMBELAJARAN :

Pada fase D :Peserta didik  dapat mengenali unsur-unsur aljabar, melakukan operasi hitung

 suku sejenis, dan memodelkan situasi nyata ke bentuk aljabar



TUJUAN PEMBELAJARAN :

1. Mindful ( Pelajaran yang penuh kesadaran)
Peserta didik mampu . Mengenali variabel, koefisien, konstanta, dan suku sejenis

2.  Meaningful ( Pembelajaran yang bermakna)
Peserta didik mampu Melakukan operasi penjumlahan, pengurangan, perkalian, dan pembagian bentuk aljabar.


3. Joyful ( pembelajaran yang menyenangkan)
 Peserta didik mampu Memodelkan masalah kehidupan nyata ke dalam bentuk aljabar.

ALUR TUJUAN PEMBELAJARAN :
Tahap 1: Eksplorasi dan Kesadaran 

1.1 Peserta didik Mengenali variabel, koefisien, konstanta, dan suku sejenis


Tahap 2: Kontekstualisasi dan Pengambilan Hikmah

1.3 Peserta didik mampu Melakukan operasi penjumlahan, pengurangan, perkalian, dan pembagian bentuk aljabar.

Tahap 3: Kreasi dan Ekspresi Estetik 

1.4 Peserta didik mampu Memodelkan masalah kehidupan nyata ke dalam bentuk aljabar.

MATERI PEMBELAJARAN :

Assalamu'alaikum Wr.Wb.


 الـحَمْدُ للهِ رَبِّ العَالَـمِيْنَ ، وَالصَّلَاةُ وَالسَّلَامُ عَلَى أَشْرَفِ الأَنْبِيَاءِ وَالـمُرْسَلِيْنَ ، نَبِيِّنَا وَحَبِيْبِنَا مُـحَمَّدٍ وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ أَجْـمَعِيْنَ ، وَمَنْ تَبِعَهُمْ بِإِحْسَانٍ إِلَى يَوْمِ الدِّيْنِ ، أَمَّا بَعْدُ


Alhamdulillaahi robbil ‘aalamiin, wassholaatu wassalaamu ‘alaa asyroofil anbiyaa-i wal mursaliin, nabiyyinaa wahabiibinaa muhammadin, wa’ala alihi washahbihi aj’ma’iin,wa mantabi’ahum biihsanin ilaa yaumiddin, Amma ba’du.


Sebelum kita memasuki materi pembelajaran, kita harus mengingat kebesaran Allah Swt. yang telah menciptakan kita semua.

1. Al-Khaliq (Maha Pencipta) peserta didik belajar bahwa dalam Aljabar memiliki kaitan filosofis dan konseptual yang sangat erat dengan materi aljabar dalam matematika. Al-Khaliq berarti Allah menciptakan segala sesuatu dari ketiadaan menjadi ada, serta mengatur ciptaan-Nya dengan ukuran, pola, dan hukum yang presisi.


2. Al-Malik (Maha Merajai/Penguasa):

  • Sebagai Penguasa Tertinggi, Allah memiliki hak mutlak untuk menentukan, mengubah, dan mengatur segala sesuatu di alam semesta sesuai kehendak-Nya.
  • Kaitan dengan Aljabar: Dalam aljabar, terdapat konsep konstanta dan variabel. Sebuah variabel (\(x\)) nilainya bisa berubah-ubah, tetapi nilai akhir atau ketetapannya ditentukan oleh sebuah fungsi atau persamaan sistemik. Penemu aljabar (Al-Khawarizmi) merancang sistem ini di mana aturan-aturan matematis mengendalikan variabel tersebut untuk mencapai satu kebenaran mutlak (solusi persamaan).


3. Ar-Razzaq (Maha Pemberi Rezeki) (Maha Pemberi Rezeki) berkaitan dengan konsep aljabar melalui pemaknaan bahwa ketetapan, distribusi, dan perhitungan rezeki dari Allah bersifat terstruktur, adil, dan memiliki kepastian hukum alam layaknya rumus atau persamaan matematik


1. Pengertian Aljabar
Aljabar adalah cabang matematika yang menggunakan huruf atau simbol untuk mewakili bilangan atau kuantitas yang belum diketahui nilainya. 
Contoh  :2x + 5 

Bentuk aljabar di atas terdiri dari huruf x sebagai variabel, angka 2 sebagai koefisien nilai x, dan angka 5 sebagai konstanta. Konstanta adalah nilai yang tetap, jadi nilainya sudah jelas. Sementara itu, variabel adalah nilai yang belum tetap, makanya bisa berubah-ubah.

Kemudian, variabel bisa disimbolkan menggunakan huruf, misalnya a, b, c, x, y, dan lain sebagainya. Terakhir, koefisien adalah nilai yang berada di depan variabel


Istilah-Istilah dalam Aljabar


1. Suku, yaitu sebuah konstanta, atau variabel, atau variabel beserta koefisiennya. Antar suku bisa digabungkan menggunakan operasi penjumlahan atau pengurangan.

Contohnya:

  • 8, terdiri dari satu suku yang berupa konstanta.
  • 9a + 2b, terdiri dari dua suku, yaitu 9a dan 2b yang dihubungkan menggunakan operasi penjumlahan.
  • 3n2 – 2n – n, terdiri dari tiga suku, yaitu 3n2, 2n, dan n yang dihubungkan menggunakan operasi pengurangan.

Suku bisa dibedakan menjadi suku sejenis dan suku tidak sejenis. Dikatakan suku sejenis jika variabel dan pangkat variabelnya itu sama. Tapi, jika keduanya berbeda, disebut dengan suku tidak sejenis.

Contohnya:

  • 2p2q + 5p2q disebut suku sejenis karena variabel dan pangkat variabelnya sama.
  • 2xy2 + 2x2y disebut suku tidak sejenis karena variabel dan pangkat variabelnya tidak sama.