Senin, 07 September 2026

ARITMATIKA SOSIAL

IDENTITAS

Nama Guru       : Sari Budi Utami, S.Pd

Mata Pelajaran : Matematika

Hari/Tanggal    : Senin/ 7 September 2026

Kelas                :  VII E

Materi              :  Aritmatika Sosial

Pertemuan        : 1


CAPAIAN PEMBELAJARAN :

Pada fase D :Peserta didik dapat menjelaskan konsep rasio (skala, proporsi, dan laju perubahan); menggunakan rasio untuk menyelesaikan masalah keuangan ( Aritmatika Sosial ) dalam kehidupan sehari-hari.



TUJUAN PEMBELAJARAN :

1. Mindful ( Pelajaran yang penuh kesadaran)
Peserta didik mampu menjelaskan  dan menghitung harga jual, harga beli, untung, rugi, persentase, 

2.  Meaningful ( Pembelajaran yang bermakna)
Peserta didik mampu menyelesaikan diskon, bruto, netta, tara. dan menganalisis bunga tunggal dan transaksi jual beli Islami.

3. Joyful ( pembelajaran yang menyenangkan)
 Peserta didik mampu menganalisis perbedaan antara keuntungan halal dari jual beli (al-bai') dan tambahan ilegal/riba (ar-riba
 Peserta didik mampu menerapkan konsep  diskon, bruto tara dan netto

ALUR TUJUAN PEMBELAJARAN :
Tahap 1: Eksplorasi dan Kesadaran 

1.1 Peserta didik memahami menyajikan hubungan perbandingan senilai ke dalam bentuk persamaan matematika (y = kx), tabel nilai, dan grafik garis lurus pada bidang Kartesius.


Tahap 2: Kontekstualisasi dan Pengambilan Hikmah

1.3 Peserta didik menganalisis dan  membuat denah sekolah berskala dan menyesuaikan takaran resep kuliner lokal.

Tahap 3: Kreasi dan Ekspresi Estetik 

1.4 Peserta didik merancang denah sekolah berskala dan menyesuaikan takaran resep kuliner lokal.

1.6 Peserta didik  menerapkan konsep rasio senilai dan berbalik nilai dalam kehidupan nyata. konsep dalam AlQuran dalam mentadaburi  surat Al Anfal ayat 65

MATERI PEMBELAJARAN :

Assalamu'alaikum Wr.Wb.


 الـحَمْدُ للهِ رَبِّ العَالَـمِيْنَ ، وَالصَّلَاةُ وَالسَّلَامُ عَلَى أَشْرَفِ الأَنْبِيَاءِ وَالـمُرْسَلِيْنَ ، نَبِيِّنَا وَحَبِيْبِنَا مُـحَمَّدٍ وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ أَجْـمَعِيْنَ ، وَمَنْ تَبِعَهُمْ بِإِحْسَانٍ إِلَى يَوْمِ الدِّيْنِ ، أَمَّا بَعْدُ


Alhamdulillaahi robbil ‘aalamiin, wassholaatu wassalaamu ‘alaa asyroofil anbiyaa-i wal mursaliin, nabiyyinaa wahabiibinaa muhammadin, wa’ala alihi washahbihi aj’ma’iin,wa mantabi’ahum biihsanin ilaa yaumiddin, Amma ba’du.


Sebelum kita memasuki materi pembelajaran, kita harus mengingat kebesaran Allah Swt. yang telah menciptakan kita semua.

1. Al-Khaliq (Maha Pencipta) peserta didik belajar bahwa suatu Dalam aritmatika sosial, kita mengenal perhitungan persentase keuntungan, bunga, atau tabungan. Namun, dalam "matematika Allah", memberi dan bersedekah justru melipatgandakan harta hingga 700 kali lipat atau lebih


2. Al-Malik (Maha Merajai/Penguasa): Dalam konteks Aritmatika sosial mengajarkan prinsip kejujuran, keadilan, dan pelipatan ganda rezeki yang mencerminkan kebesaran serta keteraturan hukum Allah SWT dalam kehidupan ekonomi manusia


3. Ar-Razzaq (Maha Pemberi Rezeki) dan Konsep Materi jual beli, bruto, neto, dan tara berkaitan erat dengan perintah Allah untuk berlaku jujur. Allah mengancam orang yang curang dalam timbangan (QS. Al-Muthaffifin: 1–3),





(Video pembelajaran ini tentang harga penjualan dan harga pembelian, silahkan di simak uraiannya)


Dengan memahami materi Aritmatika Sosial, diharapkan siswa dapat lebih mudah menyelesaikan berbagai persoalan terkait perdagangan dalam kehidupan sehari-hari. Berikut adalah rangkuman materi Aritmatika Sosial kelas 7 untuk dipelajari.

1. Untung dan Rugi
Suatu barang dikaitkan memperoleh keuntungan apabila total harga penjualan lebih tinggi dibandingkan dengan harga pembelian. Rumus yang digunakan untuk mencari nilai keuntungan adalah sebagai berikut.

Untung = harga jual – harga beli

Sedangkan, rugi barang apabila total harga pembelian lebih tinggi dibandingkan harga penjualan. Rumus yang digunakan untuk mencari nilai kerugian, yaitu:

Rugi = harga beli – harga jual

2. Persentase Laba dan Rugi
Persentase laba rugi ini digunakan untuk menunjukkan seberapa besar keuntungan atau kerugian yang diperoleh. Berikut penjelasannya.

a. Persentase Laba

Persentase laba adalah ukuran yang menunjukkan seberapa besar keuntungan yang diperoleh dari penjualan suatu barang atau jasa dengan harga pembelian atau biaya produksi.

Rumus yang digunakan untuk mencari laba, yaitu:

Laba = untung per harga beli x 100%

b. Persentase Rugi

Persentase rugi adalah ukuran seberapa besar kerugian yang dialami dari penjualan suatu barang atau jasa dibandingkan harga pembelian atau biaya produk. Rumus yang digunakan untuk mencari presentasi kerugian, yaitu:

Presentasi rugi= rugi per harga beli x 100%

3. Rabat, Bruto, Tara dan Netto
a. Rabat 

Rabat atau diskon merupakan potongan harga penjualan. Rumus yang digunakan untuk menentukan harga barang setelah memperoleh diskon adalah sebagai berikut.

 Harga bersih = harga kotor – diskon

b. Bruto (Berat Kotor) 

Bruto merupakan berat suatu barang yang disertai dengan pembungkusannya. Rumus untuk menghitung bruto, yaitu:

Bruto = netto + tara

c. Tara (potongan)

Tara adalah berat dari pembungkus pada kemasan barang. Rumus untuk mencari nilai tara, yaitu:

Tara = buto – netto

Demikian rangkuman materi Aritmatika Sosial kelas 7 yang sering diajarkan. 


Media pembelajaran pada perbandingan senilai dan berbalik nilai adalah video pembelajaran dan LKPD

ASESMEN

1. .Budi membeli sebuah buku dengan harga Rp 20.000. Jika toko memberikan diskon 15%, berapa harga yang harus dibayar Budi?

2. Dari 40 siswa dalam suatu kelas, 25 siswa menyukai matematika. Berapa persen siswa yang menyukai matematika?

3. Andi membeli motor baru dengan harga Rp17.000.000,00 dan dijual lagi dengan harga Rp18.360.000,00. Tentukan keuntungan yang diperoleh Andi dan persentase keuntungan yang diperoleh Andi!


Jumat, 04 September 2026

PERBANDINGAN SENILAI DAN BERBALIK NILAI

  Nama Guru       : Sari Budi Utami, S.Pd

Mata Pelajaran : Matematika

Hari/Tanggal    : Jumat / 4 September 2026

Kelas                :  VII A, D

Materi              :  Perbandingan Senilai dan berbalik nilai

Pertemuan        : 6


CAPAIAN PEMBELAJARAN :

Pada fase D :Peserta didik dapat menjelaskan konsep rasio (skala, proporsi, dan laju perubahan); menggunakan rasio untuk menyelesaikan masalah dalam kehidupan sehari-hari.



TUJUAN PEMBELAJARAN :

1. Mindful ( Pelajaran yang penuh kesadaran)
  • Peserta didik mampu menjelaskan konsep perbandingan senilai berdasarkan tabel, grafik, dan situasi kontekstual sehari-hari secara akurat.

  •  Peserta didik mampu membedakan situasi yang merupakan perbandingan senilai dan bukan perbandingan senilai.

2.  Meaningful ( Pembelajaran yang bermakna)
  • Peserta didik mampu menyajikan hubungan perbandingan senilai ke dalam bentuk persamaan matematika (y = kx), tabel nilai, dan grafik garis lurus pada bidang Kartesius

• Joyful ( pembelajaran yang menyenangkan)
  •  Peserta didik mampu mengerjakan soal HOTS perbandingan senilai dan perbandingan berbalik nilai
  • Pesrta didik mampu menerapkan konsep rasio senilai dan berbalik nilai dalam kehidupan nyata. konsep dalam AlQuran dalam mentadaburi  surat Al Anfal ayat 65

ALUR TUJUAN PEMBELAJARAN :
Tahap 1: Eksplorasi dan Kesadaran 

1.1 Peserta didik memahami menyajikan hubungan perbandingan senilai ke dalam bentuk persamaan matematika (y = kx), tabel nilai, dan grafik garis lurus pada bidang Kartesius.


Tahap 2: Kontekstualisasi dan Pengambilan Hikmah

1.3 Peserta didik menganalisis dan  membuat denah sekolah berskala dan menyesuaikan takaran resep kuliner lokal.

Tahap 3: Kreasi dan Ekspresi Estetik 

1.4 Peserta didik merancang denah sekolah berskala dan menyesuaikan takaran resep kuliner lokal.

1.6 Peserta didik  menerapkan konsep rasio senilai dan berbalik nilai dalam kehidupan nyata. konsep dalam AlQuran dalam mentadaburi  surat Al Anfal ayat 65

MATERI PEMBELAJARAN :

Sebelum kita memasuki materi pembelajaran, kita harus mengingat kebesaran Allah Swt. yang telah menciptakan kita semua.

1. Al-Khaliq (Maha Pencipta) peserta didik belajar bahwa suatu objek dapat diperbesar atau diperkecil tanpa mengubah bentuk aslinya (kesebangunan). Hal ini mencerminkan sifat Al-Khaliq, di đâu ciptaan-Nya memiliki keteraturan bentuk dan ukuran yang konsisten dalam berbagai skala—baik pada mikrokosmos (sel/DNA) maupun makrokosmos (tata surya).


2. Al-Malik (Maha Merajai/Penguasa): Dalam konteks rasio dan strategi penyelesaian masalah (seperti yang diisyaratkan dalam QS. Al-Anfal ayat 65 tentang proporsi kekuatan), Al-Malik mengajarkan bahwa kehidupan diatur dengan sistem yang terukur. Menyelesaikan masalah perbandingan dalam kehidupan sehari-hari melatih peserta didik untuk mengambil keputusan yang adil, terukur, dan sesuai dengan porsinya masing-masing, selayaknya keteraturan sistem yang diatur oleh Sang Penguasa.


3. Ar-Razzaq (Maha Pemberi Rezeki) dan Konsep Laju Perubahan : Rezeki yang mengalir seiring waktu sangat erat kaitannya dengan materi laju perubahan (perubahan suatu nilai terhadap waktu, seperti kecepatan, debit, atau pertumbuhan). Peserta didik diajak memahami bahwa dinamika perubahan dan distribusi rezeki terjadi dalam proporsi dan kecepatan yang telah diatur secara presisi oleh Ar-Razzaq, seperti yang tercermin dalam ukuran perjalanan urusan Allah di alam semesta (misalnya dalam QS. As-Sajdah ayat 5).




Jenis-Jenis Perbandingan

Perbandingan dalam Matematika dibagi menjadi dua jenis, yaitu perbandingan senilai dan perbandingan berbalik nilai. Wah, bedanya apa tuh ya? Daripada bingung, langsung simak penjelasannya, yuk
 

1. Perbandingan Senilai
Misalnya, terdapat himpunan-himpunan bilangan A = {1, 2, 3, 4, 5} dan B = {10, 20, 30, 40, 50}.
Himpunan A menyatakan waktu tempuh dalam satuan detik dan himpunan B menyatakan jarak yang ditempuh dalam satuan kilometer. 
Kita dapat mengaitkan waktu tempuh (s) “sejauh” jarak yang dia tempuh (km). Maka hasilnya:
1 detik sejauh 10 km
2 detik sejauh 20 km
3 detik sejauh 30 km
4 detik sejauh 40 km
5 detik sejauh 50 km
 
Kalau kita buat dalam bentuk tabel, maka akan menjadi:



Perbandingan senilai adalah membandingkan dua variabel atau lebih, yang apabila nilai salah satu variabel bertambah, maka nilai variabel lainnya juga ikut bertambah.


Rumus Perbandingan Senilai


Keterangan:

a1 = variabel a sebelum dibandingkan

a2 = variabel a setelah dibandingkan

b1 = variabel b sebelum dibandingkan

b2 = variabel b setelah dibandingkan


2. Perbandingan Berbalik Nilai

Ada seorang peternak mempunyai 150 ekor sapi. Satu ikat rumput dihabiskan dalam waktu satu hari. Itu artinya, apabila peternak tersebut mempunyai

75 ekor sapi, pakan ternak habis dalam waktu 2 hari
50 ekor sapi, pakan ternak habis dalam waktu 3 hari
30 ekor sapi, pakan ternak dihabiskan dalam waktu 5 hari
25 ekor sapi, pakan ternak dihabiskan dalam waktu 6 hari
 

Kalau kita buat dalam bentuk tabel, maka akan terlihat seperti berikut:


Dari data itu, dapat disimpulkan bahwa semakin sedikit jumlah sapi, maka jumlah yang dibutuhkan semakin banyak. Nah, perbandingan sepert ini dinamakan dengan perbandingan berbalik nilai.

Bisa dikatakan, perbandingan berbalik nilai adalah membandingkan dua variabel atau lebih, yang apabila nilai salah satu variabel bertambah, maka nilai variabel lainnya akan berkurang, begitu juga sebaliknya.

Rumus Perbandingan Berbalik Nilai

Keterangan:

a1 = variabel a sebelum dibandingkan

a2 = variabel a setelah dibandingkan

b1 = variabel b sebelum dibandingkan

b2 = variabel b setelah dibandingkan

 
Media pembelajaran pada perbandingan senilai dan berbalik nilai adalah video pembelajaran dan LKPD

ASESMEN

LEMBAR KERJA PESERTA DIDIK (LKPD)
MATEMATIKA: PERBANDINGAN SENILAI DAN BERBALIK NILAI

 

IDENTITAS SISWA / KELOMPOK

Mata Pelajaran : Matematika

Kelas / Semester : VII / Genap

Alokasi Waktu : 2 x 40 Menit

Nama Kelompok : ...................................

Anggota :

  1. ...........................................................

  2. ...........................................................

  3. ...........................................................

  4. ...........................................................

PETUNJUK BELAJAR

1. Bacalah setiap petunjuk dan masalah dengan cermat.

2. Diskusikan jawaban bersama teman satu kelompokmu.

3. Tuliskan jawaban secara rapi pada kolom/tempat yang telah disediakan.

TUJUAN PEMBELAJARAN

• Membedakan ciri-ciri masalah perbandingan senilai dan berbalik nilai.

• Menyelesaikan masalah kontekstual yang berkaitan dengan perbandingan senilai dan berbalik nilai.

 

 

AKTIVITAS 1: Perbandingan Senilai

Masalah 1 (Kontekstual):
Ibu ingin membuat kue untuk acara keluarga. Untuk membuat 2 loyang kue, Ibu memerlukan 6 butir telur. Jika Ibu ingin membuat 5 loyang kue, berapa butir telur yang dibutuhkan?

1. Amati dan lengkapi tabel berikut:

Banyak Kue (loyang)

Banyak Telur (butir)

2

6

4

....

5

x

2. Analisis:

• Ketika jumlah kue bertambah, maka jumlah telur yang dibutuhkan akan [ Bertambah / Berkurang ] *lingkari jawaban yang benar.

• Bentuk persamaan perbandingan senilainya:
   2 / 5 = 6 / x

3. Hitung nilai x (Tuliskan langkah penyelesaian):






Kesimpulan Aktivitas 1:
Perbandingan Senilai adalah perbandingan antara dua besaran di mana jika nilai salah satu besaran bertambah/naik, maka nilai besaran lainnya akan ........................................................

AKTIVITAS 2: Perbandingan Berbalik Nilai

Masalah 2 (Kontekstual):
Sebuah pekerjaan renovasi rumah dapat diselesaikan oleh 4 orang pekerja dalam waktu 12 hari. Jika pemilik rumah menambah pekerja menjadi 6 orang, berapa hari waktu yang dibutuhkan untuk menyelesaikan renovasi tersebut?

1. Amati dan lengkapi tabel berikut:

Banyak Pekerja (orang)

Waktu Selesai (hari)

4

12

6

y

2. Analisis:

• Ketika jumlah pekerja bertambah, maka waktu yang dibutuhkan akan [ Bertambah / Berkurang ] *lingkari jawaban yang benar.

• Bentuk persamaan perbandingan berbalik nilainya (salah satu ruas dibalik):
   4 / 6 = y / 12

3. Hitung nilai y (Tuliskan langkah penyelesaian):






Kesimpulan Aktivitas 2:
Perbandingan Berbalik Nilai adalah perbandingan antara dua besaran di mana jika nilai salah satu besaran bertambah/naik, maka nilai besaran lainnya akan ........................................................

LATIHAN SOAL MANDIRI

Tentukan jenis perbandingannya (Senilai / Berbalik Nilai), lalu selesaikan masalah berikut!

Soal 1:
Sebuah mobil menghabiskan 3 liter bensin untuk menempuh jarak 45 km. Berapa liter bensin yang dibutuhkan mobil tersebut untuk menempuh jarak 105 km?

• Jenis Perbandingan : ........................................................
• Langkah Penyelesaian :





 

Soal 2:
Persediaan makanan di sebuah panti asuhan cukup untuk 20 anak selama 15 hari. Jika ada tambahan 5 anak baru yang masuk panti asuhan, berapa hari persediaan makanan tersebut akan habis?

• Jenis Perbandingan : ........................................................
• Langkah Penyelesaian :





 


Rabu, 02 September 2026

SKALA

 Nama Guru       : Sari Budi Utami, S.Pd

Mata Pelajaran : Matematika

Hari/Tanggal    : Rabu  / 2 September 2026

Kelas                :  VII C,D

Materi              :  Perbandingan Skala

Pertemuan        : 3


CAPAIAN PEMBELAJARAN :

Pada fase D :Peserta didik dapat menjelaskan konsep rasio (skala, proporsi, dan laju perubahan); menggunakan rasio untuk menyelesaikan masalah dalam kehidupan sehari-hari.

Dengan menerapkan surat Al Anfal ayat 65  dan As Sajdah ayat 5

TUJUAN PEMBELAJARAN :

1. Mindful ( Pelajaran yang penuh kesadaran)
  • Peserta didik mampu memahami konsep rasio sebagai perbandingan dua besaran dan menyederhanakannya.
  •  Peserta didik mampu mengamati perubahan proporsi visual saat memperbesar/memperkecil gambar/resep makanan. konsep dalam AlQuran dalam mentadaburi  surat Al Anfal ayat 5
2.  Meaningful ( Pembelajaran yang bermakna)
  • Peserta didik mampu membuat denah sekolah berskala dan menyesuaikan takaran resep kuliner lokal.
  • Peserta didik mampu menggunakan skala pada peta dan denah untuk menentukan jarak/ukuran sebenarnya. konsep dalam AlQuran dalam mentadaburi  surat Al Anfal ayat 5
• Joyful ( pembelajaran yang menyenangkan)
  •  Peserta didik mampu mengerjakan Proyek 'Miniature Architect' (membuat maket miniatur kelas berbasis skala).
  • Pesrta didik mampu menerapkan konsep rasio senilai dan berbalik nilai dalam kehidupan nyata. konsep dalam AlQuran dalam mentadaburi  surat Al Anfal ayat 65

ALUR TUJUAN PEMBELAJARAN :
Tahap 1: Eksplorasi dan Kesadaran 

1.1 Peserta didik memahami konsep rasio sebagai perbandingan dua besaran dan menyederhanakannya.

1.2 Peserta didik berdiskusi kritis untuk mengamati  perubahan proporsi visual saat memperbesar/memperkecil gambar/resep makanan. konsep dalam AlQuran dalam mentadaburi  surat Al Anfal ayat 65 agar terhindar dari unsur kebohongan yang merusak akidah atau nilai moral.

Tahap 2: Kontekstualisasi dan Pengambilan Hikmah

1.3 Peserta didik menganalisis dan  membuat denah sekolah berskala dan menyesuaikan takaran resep kuliner lokal.

Tahap 3: Kreasi dan Ekspresi Estetik 

1.4 Peserta didik merancang denah sekolah berskala dan menyesuaikan takaran resep kuliner lokal.

1.6 Peserta didik  menerapkan konsep rasio senilai dan berbalik nilai dalam kehidupan nyata. konsep dalam AlQuran dalam mentadaburi  surat Al Anfal ayat 65

MATERI PEMBELAJARAN :

Sebelum kita memasuki materi pembelajaran, kita harus mengingat kebesaran Allah Swt. yang telah menciptakan kita semua.

1. Al-Khaliq (Maha Pencipta) peserta didik belajar bahwa suatu objek dapat diperbesar atau diperkecil tanpa mengubah bentuk aslinya (kesebangunan). Hal ini mencerminkan sifat Al-Khaliq, di đâu ciptaan-Nya memiliki keteraturan bentuk dan ukuran yang konsisten dalam berbagai skala—baik pada mikrokosmos (sel/DNA) maupun makrokosmos (tata surya).


2. Al-Malik (Maha Merajai/Penguasa): Dalam konteks rasio dan strategi penyelesaian masalah (seperti yang diisyaratkan dalam QS. Al-Anfal ayat 65 tentang proporsi kekuatan), Al-Malik mengajarkan bahwa kehidupan diatur dengan sistem yang terukur. Menyelesaikan masalah perbandingan dalam kehidupan sehari-hari melatih peserta didik untuk mengambil keputusan yang adil, terukur, dan sesuai dengan porsinya masing-masing, selayaknya keteraturan sistem yang diatur oleh Sang Penguasa.


3. Ar-Razzaq (Maha Pemberi Rezeki) dan Konsep Laju Perubahan : Rezeki yang mengalir seiring waktu sangat erat kaitannya dengan materi laju perubahan (perubahan suatu nilai terhadap waktu, seperti kecepatan, debit, atau pertumbuhan). Peserta didik diajak memahami bahwa dinamika perubahan dan distribusi rezeki terjadi dalam proporsi dan kecepatan yang telah diatur secara presisi oleh Ar-Razzaq, seperti yang tercermin dalam ukuran perjalanan urusan Allah di alam semesta (misalnya dalam QS. As-Sajdah ayat 5).




                                   https://www.youtube.com/watch?v=ZqfKmAxVRQY


Pengertian Skala

Pernah nggak sih kamu lihat peta, denah rumah, atau miniatur bangunan? Kalau diperhatikan, semua gambar itu kelihatannya kecil banget dibandingkan ukuran aslinya, tapi kok bisa mirip banget ya. Gimana caranya? Nah, di sinilah konsep skala dipakai.

Skala adalah cara untuk membandingkan ukuran di gambar dengan ukuran benda yang sebenarnya di dunia nyata. Dengan skala, walaupun gambarnya kecil di kertas atau di layar, perbandingan ukurannya tetap sama seperti aslinya.

Cara menulis skala juga mirip banget dengan rasio, lho. Skala ditulis menggunakan dua angka yang menunjukkan perbandingan antara ukuran pada gambar dengan ukuran sebenarnya.

Misalnya, di sebuah peta tertulis skala 1 : 1.000. Artinya:

1 cm di peta = 1.000 cm di dunia nyata.

Atau, 1 cm di peta = 10 meter sebenarnya.

Kalau jarak dua tempat di peta adalah 5 cm, maka jarak sebenarnya = 5 × 10 meter = 50 meter.

Rumus Skala

Rumus umum untuk menyatakan skala adalah:


rumus skala 


Rumus di atas bisa juga ditulis ulang untuk mencari salah satu besaran yang diinginkan, yakni sebagai berikut:


rumus skala


Contoh Penerapan Skala dalam Kehidupan Sehari-hari

  • Skala pada peta

Contoh penerapan konsep skala yang sering kita temui adalah peta, globe, atau aplikasi navigasi seperti Google Maps. Misalnya, jika skala peta tertulis 1 : 100.000, artinya 1 cm di peta mewakili 100.000 cm (atau 1 km) di dunia nyata.

 

  • Gambar arsitektur

Skala juga sangat penting dalam dunia arsitektur dan perancangan bangunan. Ketika seorang arsitek menggambar denah rumah di atas kertas, pasti nggak mungkin dong menggambar rumah dengan ukuran asli karena terlalu besar. Oleh karena itu, arsitek menggunakan skala. Misalnya, skala 1 : 100 (setiap 1 cm pada gambar mewakili 100 cm (1 meter) pada bangunan sebenarnya).

 

  • Miniatur

Siapa nih yang pernah jalan-jalan ke Musium Angkut, Batu, Malang? Di sana, terdapat banyak miniatur landmark dunia. Contohnya, kayak Menara Eifell, Istana Buckingham Inggris, hingga kota hiburan Las Vegas. Nah, pembuatan miniatur ini juga menggunakan konsep skala. Jadi, meskipun bangunannya nggak sebesar aslinya, tapi perbandingan panjang, lebar, dan tingginya tetap sama seperti bentuk sungguhannya.

 

Contoh Soal Skala

Jika pada peta jarak antara kota A dan kota B adalah 5 cm, dan skala peta adalah 1 : 200.000, berapa jarak sebenarnya kedua kota tersebut?

Diketahui:

Jarak kota A ke kota B pada peta = 5 cm

Skala peta = 1 : 200.000

Ditanya: Jarak sebenarnya antara dua kota tersebut?

 

Pembahasan:

contoh soal skala

Jadi, jarak sebenarnya antara kota A dan B adalah 10 km.


Media pembelajaran pada materi skala perbandingan adalah video pembelajaran dan LKPD.

ASESMEN :

Lembar Kerja Peserta Didik (LKPD) Matematika ini disusun untuk melatih pemahaman konsep Skala dan Perbandingan (Skala pada Peta/Denah) menggunakan konteks ayat-ayat Al-Qur'an dan fakta sejarah Islam.

LEMBAR KERJA PESERTA DIDIK (LKPD)

Penerapan Skala Matematika dalam Geografi Al-Qur'an

  • Mata Pelajaran: Matematika
  • Materi: Skala dan Perbandingan (Denah/Peta)
  • Kelas / Semester: VII / Genap
  • Nama Siswa: ..............................................................
  • Kelas: ........................................................................

A. Tujuan Pembelajaran

  • Peserta didik dapat menghitung jarak sebenarnya berdasarkan skala pada peta.
  • Peserta didik dapat menentukan skala terkecil dari gambar denah situs sejarah Al-Qur'an.
  • Peserta didik dapat menghargai keterkaitan ilmu matematika dengan kisah-kisah di dalam Al-Qur'an.

B. Stimulus (Konteks Qur'ani)

Kisah 1: Perjalanan Hijrah dan Surah At-Taubah: 40

Dalam Al-Qur'an, perjalanan hijrah Nabi Muhammad SAW dari Makkah ke Madinah diabadikan dalam Surah At-Taubah ayat 40 (kisah di Gua Tsur). Jarak jalur hijrah yang ditempuh Nabi secara nyata sekitar 450 km.

Kisah 2: Bahtera Nabi Nuh dalam Surah Hud: 40

Nabi Nuh AS diperintahkan membangun bahtera (kapal) yang sangat besar untuk menampung orang beriman dan pasangan hewan. Miniatur atau sketsa rekonstruksi kapal ini sering digambar oleh para sejarawan menggunakan perhitungan skala.

C. Kegiatan Siswa (Langkah Kerja)

Rumus Utama:
  • {Skala} = {Jarak pada Peta (JP)}}{{Jarak Sebenarnya (JS)}}
  • {Jarak Sebenarnya (JS)} = {{Jarak pada Peta (JP)}}{{Skala}}
  • Catatan: Samakan satuan menjadi centimeter (cm) sebelum menghitung! (1 km = 100.000 cm)

Soal Latihan Kontekstual:

Soal 1: Peta Jalur Hijrah Rasulullah

Seorang guru menunjukkan peta perjalanan Hijrah Nabi dari Kota Makkah ke Kota Madinah. Jarak sebenarnya antara kedua kota tersebut adalah 450 km. Jika jarak kedua kota tersebut pada peta adalah 15 cm:
  • Pertanyaan: Berapakah skala peta yang digunakan oleh guru tersebut?
  • Langkah Kerja:
    • Ubah JS ke cm: 
    • Masukkan ke rumus Skala = 
  • Jawaban: ................................................................................................................

Soal 2: Jarak Istana Nabi Sulaiman dan Ratu Balqis (Surah An-Naml: 22-30)

Burung Hud-hud terbang dari istana Nabi Sulaiman di Yerusalem (Palestina) menuju kerajaan Saba di Yaman. Pada sebuah peta Timur Tengah dengan skala 1 : 12.000.000, jarak kedua lokasi tersebut pada peta terukur sepanjang 20 cm.
  • Pertanyaan: Berapa kilometer (km) jarak sebenarnya yang ditempuh Burung Hud-hud tersebut?
  • Langkah Kerja:
    • JS = JP × Angka Skala
    • Ubah satuan cm menjadi km (bagi 100.000).
  • Jawaban: ................................................................................................................

Soal 3: Sketsa Bahtera Nabi Nuh

Berdasarkan rekonstruksi sejarah, panjang kapal Nabi Nuh sesungguhnya diperkirakan sekitar 150 meter. Seorang siswa membuat gambar denah kapal tersebut di buku gambarnya dengan panjang 30 cm.
  • Pertanyaan: Berapakah skala denah kapal Nabi Nuh yang dibuat oleh siswa tersebut?
  • Langkah Kerja:
    • Ubah JS ke cm: 
    • Hitung perbandingan terkecilnya.
  • Jawaban: ................................................................................................................