MATA PELAJARAN : MATEMATIKA
FASE : D
MATERI POKOK : TEOREMA PHYTHAGORAS
PERTEMUAN : KE 2 DARI 4
GURU PENGAMPU : SARI BUDI UTAMI, S.Pd
CAPAIAN PEMBELAJARAN
Di akhir fase D Peserta didik dapat menyatakan suatu situasi ke dalam bentuk aljabar; operasi bentuk aljabar yang ekuivalen; menyelesaikan teorema pythagoras
Tujuan Pembelajaran :
Setelah mengukuti kegiatan pembelajaran menggunakan model pembelajaran discovery Learning, dengan metode literasi, eksperimen, praktikum, dan presentasi dengan menumbuhkan sikap
1 . Beriman dan bertakwa kepada Tuhan yang maha Esa
2. Bergotong royong
3. Berkebinekaan global
Maka peserta didik Diharapkan dapat :
- Memahami rumus dari Teorema Pythagoras.
- Menjelaskan bunyi Teorema Pythagoras
- Memjelaskan sisi-sisi pada segitiga siku-siku
- Memahami 3 bilangan yang merupakan panjang sisi-sisi segitiga siku-siku
- Menuliskan tiga bilangan ukuran panjang sisi segitga siku-siku (Triple Pythagoras).
Assalamualaikum anak- anak yang sholeh sholehah....
Apa kabarnya hari ini ?
Semoga kita semua dalam lindungan Allah SWT Aamiin.....
Dan jangan lupa tetap selalu menjaga kesehatan nya ya nak.
Baiklah sebelum kita melaksanakan pembelajaran di pagi ini, alangkah baiknya kita awali dengan melaksanakan sholat dhuha dan murojaahnya terlebih dahulu ya nak, dan tak lupa setelah itu pembacaan asmaul husna dan doa belajar ya supaya ilmu yang dipelajari hari ini akan bermanfaat, mudah diterima dan akan berkah ilmunya
Hubungan Teorema Pythagoras dengan Jenis Segitiga
Meskipun rumus Teorema Pythagoras hanya bisa digunakan untuk mencari sisi-sisi pada segitiga siku-siku, tapi kita juga bisa menggunakan teorema ini untuk mencari tahu bagaimana bentuk segitiga hanya dari nilai sisi-sisinya saja.
Misalkan, kita punya segitiga dengan a, b, dan c merupakan sisi-sisi segitiga tersebut. Maka sisi a, b, dan c dapat membentuk segitiga dengan tiga kemungkinan, di antaranya:
Jadi, dengan menggunakan Teorema Pythagoras, kita juga dapat menentukan, apakah ketiga barisan bilangan dapat membentuk segitiga siku-siku atau tidak. Contoh:
1. Diketahui sisi-sisi sebuah segitiga, yaitu a = 10, b = 8 dan c = 22. Dengan mengudaratkan sisi miring dan jumlahkan kuadrat sisi lainnya, maka diperoleh:
c2 = 222
c2 = 484
a2 + b2 = 102 + 82
a2 + b2 = 100 + 64
a2 + b2 = 164
Karena 164 < 484 atau a2 + b2 < c2 (102 + 82 < 222), maka segitiga ini bukan termasuk segitiga siku-siku, melainkan segitiga tumpul.
Apa itu Triple Pythagoras?
Setelah memahami isi dari Teorema Pythagoras, kita lanjut ke bahasan berikutnya, nih, yaitu Triple Pythagoras. Waduh, apa lagi, tuh? Triple Pythagoras adalah pasangan tiga bilangan asli yang memenuhi Teorema Pythagoras.
Beberapa pasangan 3 bilangan asli yang memenuhi Triple Pythagoras, di antaranya:
LATIHAN
1.
A. 6 cm
B. 7 cm
C. 8 cm
D. 9 cm
2.Sebuah tangga memiliki panjang 26 meter disandarkan pada dinding rumah. Apabila diketahui bahwa jarak kaki tangga ke dinding adalah 10 meter, kemudian tangga digeser sampai ujung atasnya turun sebanyak 6 meter, berapa jarak kaki tangga dari dinding setelah digeser?
A. 14 meter
B. 15 meter
C. 16 meter
D. 18 meter
3.Pada sebuah acara penerbangan drone, suatu drone diterbangkan 80 meter ke utara, 60 meter ke timur, kemudian dinaikkan vertikal setinggi 25 meter. Berapa jarak drone dari titik awal diterbangkan?
A. 90 meter
B. 95 meter
C. 100 meter
D. 105 meter
KESIMPULAN
Triple Pythagoras adalah pasangan tiga bilangan asli yang memenuhi Teorema Pythagoras.
REVERENSI











