Senin, 24 Agustus 2026

SKALA

 Nama Guru       : Sari Budi Utami, S.Pd

Mata Pelajaran : Matematika

Hari/Tanggal    : Senin  / 24 Agustus  2026

Kelas                :  VII E

Materi              :  Perbandingan Skala

Pertemuan        : 3


CAPAIAN PEMBELAJARAN :

Pada fase D :Peserta didik dapat menjelaskan konsep rasio (skala, proporsi, dan laju perubahan); menggunakan rasio untuk menyelesaikan masalah dalam kehidupan sehari-hari.

Dengan menerapkan surat Al Anfal ayat 65  dan As Sajdah ayat 5

TUJUAN PEMBELAJARAN :

1. Mindful ( Pelajaran yang penuh kesadaran)
  • Peserta didik mampu memahami konsep rasio sebagai perbandingan dua besaran dan menyederhanakannya.
  •  Peserta didik mampu mengamati perubahan proporsi visual saat memperbesar/memperkecil gambar/resep makanan. konsep dalam AlQuran dalam mentadaburi  surat Al Anfal ayat 5
2.  Meaningful ( Pembelajaran yang bermakna)
  • Peserta didik mampu membuat denah sekolah berskala dan menyesuaikan takaran resep kuliner lokal.
  • Peserta didik mampu menggunakan skala pada peta dan denah untuk menentukan jarak/ukuran sebenarnya. konsep dalam AlQuran dalam mentadaburi  surat Al Anfal ayat 5
• Joyful ( pembelajaran yang menyenangkan)
  •  Peserta didik mampu mengerjakan Proyek 'Miniature Architect' (membuat maket miniatur kelas berbasis skala).
  • Pesrta didik mampu menerapkan konsep rasio senilai dan berbalik nilai dalam kehidupan nyata. konsep dalam AlQuran dalam mentadaburi  surat Al Anfal ayat 65

ALUR TUJUAN PEMBELAJARAN :
Tahap 1: Eksplorasi dan Kesadaran 

1.1 Peserta didik memahami konsep rasio sebagai perbandingan dua besaran dan menyederhanakannya.

1.2 Peserta didik berdiskusi kritis untuk mengamati  perubahan proporsi visual saat memperbesar/memperkecil gambar/resep makanan. konsep dalam AlQuran dalam mentadaburi  surat Al Anfal ayat 65 agar terhindar dari unsur kebohongan yang merusak akidah atau nilai moral.

Tahap 2: Kontekstualisasi dan Pengambilan Hikmah

1.3 Peserta didik menganalisis dan  membuat denah sekolah berskala dan menyesuaikan takaran resep kuliner lokal.

Tahap 3: Kreasi dan Ekspresi Estetik 

1.4 Peserta didik merancang denah sekolah berskala dan menyesuaikan takaran resep kuliner lokal.

1.6 Peserta didik  menerapkan konsep rasio senilai dan berbalik nilai dalam kehidupan nyata. konsep dalam AlQuran dalam mentadaburi  surat Al Anfal ayat 65

MATERI PEMBELAJARAN :

Sebelum kita memasuki materi pembelajaran, kita harus mengingat kebesaran Allah Swt. yang telah menciptakan kita semua.

1. Al-Khaliq (Maha Pencipta) peserta didik belajar bahwa suatu objek dapat diperbesar atau diperkecil tanpa mengubah bentuk aslinya (kesebangunan). Hal ini mencerminkan sifat Al-Khaliq, di đâu ciptaan-Nya memiliki keteraturan bentuk dan ukuran yang konsisten dalam berbagai skala—baik pada mikrokosmos (sel/DNA) maupun makrokosmos (tata surya).


2. Al-Malik (Maha Merajai/Penguasa): Dalam konteks rasio dan strategi penyelesaian masalah (seperti yang diisyaratkan dalam QS. Al-Anfal ayat 65 tentang proporsi kekuatan), Al-Malik mengajarkan bahwa kehidupan diatur dengan sistem yang terukur. Menyelesaikan masalah perbandingan dalam kehidupan sehari-hari melatih peserta didik untuk mengambil keputusan yang adil, terukur, dan sesuai dengan porsinya masing-masing, selayaknya keteraturan sistem yang diatur oleh Sang Penguasa.


3. Ar-Razzaq (Maha Pemberi Rezeki) dan Konsep Laju Perubahan : Rezeki yang mengalir seiring waktu sangat erat kaitannya dengan materi laju perubahan (perubahan suatu nilai terhadap waktu, seperti kecepatan, debit, atau pertumbuhan). Peserta didik diajak memahami bahwa dinamika perubahan dan distribusi rezeki terjadi dalam proporsi dan kecepatan yang telah diatur secara presisi oleh Ar-Razzaq, seperti yang tercermin dalam ukuran perjalanan urusan Allah di alam semesta (misalnya dalam QS. As-Sajdah ayat 5).




                                   https://www.youtube.com/watch?v=ZqfKmAxVRQY


Pengertian Skala

Pernah nggak sih kamu lihat peta, denah rumah, atau miniatur bangunan? Kalau diperhatikan, semua gambar itu kelihatannya kecil banget dibandingkan ukuran aslinya, tapi kok bisa mirip banget ya. Gimana caranya? Nah, di sinilah konsep skala dipakai.

Skala adalah cara untuk membandingkan ukuran di gambar dengan ukuran benda yang sebenarnya di dunia nyata. Dengan skala, walaupun gambarnya kecil di kertas atau di layar, perbandingan ukurannya tetap sama seperti aslinya.

Cara menulis skala juga mirip banget dengan rasio, lho. Skala ditulis menggunakan dua angka yang menunjukkan perbandingan antara ukuran pada gambar dengan ukuran sebenarnya.

Misalnya, di sebuah peta tertulis skala 1 : 1.000. Artinya:

1 cm di peta = 1.000 cm di dunia nyata.

Atau, 1 cm di peta = 10 meter sebenarnya.

Kalau jarak dua tempat di peta adalah 5 cm, maka jarak sebenarnya = 5 × 10 meter = 50 meter.

Rumus Skala

Rumus umum untuk menyatakan skala adalah:


rumus skala 


Rumus di atas bisa juga ditulis ulang untuk mencari salah satu besaran yang diinginkan, yakni sebagai berikut:


rumus skala


Contoh Penerapan Skala dalam Kehidupan Sehari-hari

  • Skala pada peta

Contoh penerapan konsep skala yang sering kita temui adalah peta, globe, atau aplikasi navigasi seperti Google Maps. Misalnya, jika skala peta tertulis 1 : 100.000, artinya 1 cm di peta mewakili 100.000 cm (atau 1 km) di dunia nyata.

 

  • Gambar arsitektur

Skala juga sangat penting dalam dunia arsitektur dan perancangan bangunan. Ketika seorang arsitek menggambar denah rumah di atas kertas, pasti nggak mungkin dong menggambar rumah dengan ukuran asli karena terlalu besar. Oleh karena itu, arsitek menggunakan skala. Misalnya, skala 1 : 100 (setiap 1 cm pada gambar mewakili 100 cm (1 meter) pada bangunan sebenarnya).

 

  • Miniatur

Siapa nih yang pernah jalan-jalan ke Musium Angkut, Batu, Malang? Di sana, terdapat banyak miniatur landmark dunia. Contohnya, kayak Menara Eifell, Istana Buckingham Inggris, hingga kota hiburan Las Vegas. Nah, pembuatan miniatur ini juga menggunakan konsep skala. Jadi, meskipun bangunannya nggak sebesar aslinya, tapi perbandingan panjang, lebar, dan tingginya tetap sama seperti bentuk sungguhannya.

 

Contoh Soal Skala

Jika pada peta jarak antara kota A dan kota B adalah 5 cm, dan skala peta adalah 1 : 200.000, berapa jarak sebenarnya kedua kota tersebut?

Diketahui:

Jarak kota A ke kota B pada peta = 5 cm

Skala peta = 1 : 200.000

Ditanya: Jarak sebenarnya antara dua kota tersebut?

 

Pembahasan:

contoh soal skala

Jadi, jarak sebenarnya antara kota A dan B adalah 10 km.


Media pembelajaran pada materi skala perbandingan adalah video pembelajaran dan LKPD.

ASESMEN :

Lembar Kerja Peserta Didik (LKPD) Matematika ini disusun untuk melatih pemahaman konsep Skala dan Perbandingan (Skala pada Peta/Denah) menggunakan konteks ayat-ayat Al-Qur'an dan fakta sejarah Islam.

LEMBAR KERJA PESERTA DIDIK (LKPD)

Penerapan Skala Matematika dalam Geografi Al-Qur'an

  • Mata Pelajaran: Matematika
  • Materi: Skala dan Perbandingan (Denah/Peta)
  • Kelas / Semester: VII / Genap
  • Nama Siswa: ..............................................................
  • Kelas: ........................................................................

A. Tujuan Pembelajaran

  • Peserta didik dapat menghitung jarak sebenarnya berdasarkan skala pada peta.
  • Peserta didik dapat menentukan skala terkecil dari gambar denah situs sejarah Al-Qur'an.
  • Peserta didik dapat menghargai keterkaitan ilmu matematika dengan kisah-kisah di dalam Al-Qur'an.

B. Stimulus (Konteks Qur'ani)

Kisah 1: Perjalanan Hijrah dan Surah At-Taubah: 40

Dalam Al-Qur'an, perjalanan hijrah Nabi Muhammad SAW dari Makkah ke Madinah diabadikan dalam Surah At-Taubah ayat 40 (kisah di Gua Tsur). Jarak jalur hijrah yang ditempuh Nabi secara nyata sekitar 450 km.

Kisah 2: Bahtera Nabi Nuh dalam Surah Hud: 40

Nabi Nuh AS diperintahkan membangun bahtera (kapal) yang sangat besar untuk menampung orang beriman dan pasangan hewan. Miniatur atau sketsa rekonstruksi kapal ini sering digambar oleh para sejarawan menggunakan perhitungan skala.

C. Kegiatan Siswa (Langkah Kerja)

Rumus Utama:
  • {Skala} = {Jarak pada Peta (JP)}}{{Jarak Sebenarnya (JS)}}
  • {Jarak Sebenarnya (JS)} = {{Jarak pada Peta (JP)}}{{Skala}}
  • Catatan: Samakan satuan menjadi centimeter (cm) sebelum menghitung! (1 km = 100.000 cm)

Soal Latihan Kontekstual:

Soal 1: Peta Jalur Hijrah Rasulullah

Seorang guru menunjukkan peta perjalanan Hijrah Nabi dari Kota Makkah ke Kota Madinah. Jarak sebenarnya antara kedua kota tersebut adalah 450 km. Jika jarak kedua kota tersebut pada peta adalah 15 cm:
  • Pertanyaan: Berapakah skala peta yang digunakan oleh guru tersebut?
  • Langkah Kerja:
    • Ubah JS ke cm: 
    • Masukkan ke rumus Skala = 
  • Jawaban: ................................................................................................................

Soal 2: Jarak Istana Nabi Sulaiman dan Ratu Balqis (Surah An-Naml: 22-30)

Burung Hud-hud terbang dari istana Nabi Sulaiman di Yerusalem (Palestina) menuju kerajaan Saba di Yaman. Pada sebuah peta Timur Tengah dengan skala 1 : 12.000.000, jarak kedua lokasi tersebut pada peta terukur sepanjang 20 cm.
  • Pertanyaan: Berapa kilometer (km) jarak sebenarnya yang ditempuh Burung Hud-hud tersebut?
  • Langkah Kerja:
    • JS = JP × Angka Skala
    • Ubah satuan cm menjadi km (bagi 100.000).
  • Jawaban: ................................................................................................................

Soal 3: Sketsa Bahtera Nabi Nuh

Berdasarkan rekonstruksi sejarah, panjang kapal Nabi Nuh sesungguhnya diperkirakan sekitar 150 meter. Seorang siswa membuat gambar denah kapal tersebut di buku gambarnya dengan panjang 30 cm.
  • Pertanyaan: Berapakah skala denah kapal Nabi Nuh yang dibuat oleh siswa tersebut?
  • Langkah Kerja:
    • Ubah JS ke cm: 
    • Hitung perbandingan terkecilnya.
  • Jawaban: ................................................................................................................




Jumat, 21 Agustus 2026

PERBANDINGAN

 Nama Guru       : Sari Budi Utami, S.Pd

Mata Pelajaran : Matematika

Hari/Tanggal    : Jumat  / 21 Agustus  2026

Kelas                :  VII A, D

Materi              :  Perbandingan


CAPAIAN PEMBELAJARAN :

Pada fase D :Peserta didik dapat menjelaskan konsep rasio (skala, proporsi, dan laju perubahan); menggunakan rasio untuk menyelesaikan masalah dalam kehidupan sehari-hari.

Dengan menerapkan surat Al Anfal ayat 65  dan As Sajdah ayat 5

TUJUAN PEMBELAJARAN :

1. Mindful ( Pelajaran yang penuh kesadaran)
  • Peserta didik mampu memahami konsep rasio sebagai perbandingan dua besaran dan menyederhanakannya.
  •  Peserta didik mampu mengamati perubahan proporsi visual saat memperbesar/memperkecil gambar/resep makanan. konsep dalam AlQuran dalam mentadaburi  surat Al Anfal ayat 5
2.  Meaningful ( Pembelajaran yang bermakna)
  • Peserta didik mampu membuat denah sekolah berskala dan menyesuaikan takaran resep kuliner lokal.
  • Peserta didik mampu menggunakan skala pada peta dan denah untuk menentukan jarak/ukuran sebenarnya. konsep dalam AlQuran dalam mentadaburi  surat Al Anfal ayat 5
• Joyful ( pembelajaran yang menyenangkan)
  •  Peserta didik mampu mengerjakan Proyek 'Miniature Architect' (membuat maket miniatur kelas berbasis skala).
  • Pesrta didik mampu menerapkan konsep rasio senilai dan berbalik nilai dalam kehidupan nyata. konsep dalam AlQuran dalam mentadaburi  surat Al Anfal ayat 5

ALUR TUJUAN PEMBELAJARAN :

1. Peserta didik mampu mengamati perubahan proporsi visual saat memperbesar/memperkecil gambar/resep makanan. konsep dalam AlQuran dalam mentadaburi  surat Al Anfal ayat 5


2. Peserta didik mampu menggunakan skala pada peta dan denah untuk menentukan jarak/ukuran sebenarnya. konsep dalam AlQuran dalam mentadaburi  surat Al Anfal ayat 5


MATERI PEMBELAJARAN :

PENGERTIAN PERBANDINGAN

Untuk mengenal dan memahami perbandingan , silahkan amati dan pahami video di bawah ini Nak''

Silahkan menyaksikan  




Setelah menyaksikan video diatas maka peserta didik dapat memahami perbandingan

 yaitu membandingkan dua buah besaran


Media pembelajaran pada materi pengertian Perbandingan adalah video pembelajaran dan LKPD.

ASESMEN :

LEMBAR KERJA PESERTA DIDIK (LKPD)

Materi: Konsep Perbandingan Matematika & Integrasi QS. Al-Anfal Ayat 5

Nama Kelompok / Siswa :

Kelas / Semester :

Tanggal Pekerjaan    :

Mata Pelajaran   : Matematika

 

A. TUJUAN PEMBELAJARAN

·         Memahami makna kontekstual QS. Al-Anfal ayat 5 dalam kaitannya dengan perbandingan/proporsi.

·         Menganalisis perbandingan senilai (direct proportion) berdasarkan data alokasi pasukan/logistik.

·         Menyelesaikan masalah kontekstual matematika yang berkaitan dengan konsep rasio dan perbandingan.

B. STIMULUS & TEKS AL-QUR'AN

كَمَآ أَخْرَجَكَ رَبُّكَ مِنۢ بَيْتِكَ بِٱلْحَقِّ وَإِنَّ فَرِيقًا مِّنَ ٱلْمُؤْمِنِينَ لَكَٰرِهُونَ

Terjemahan (QS. Al-Anfal [8]: 5):

"Sebagaimana Tuhanmu menyuruhmu pergi dari rumahmu dengan kebenaran, padahal sesungguhnya sebagian dari orang-orang yang beriman itu tidak menyukainya."

Konteks Historis & Konsep Perbandingan:
Ayat ini mengisahkan keberangkatan Rasulullah SAW dan para sahabat menuju Perang Badar. Pasukan Muslim berjumlah sekitar 313 orang, sementara pasukan Quraisy berjumlah sekitar 1.000 orang. Meskipun rasio jumlah pasukan sangat tidak seimbang (hampir 1 : 3), perencanaan, ketaatan, dan alokasi sumber daya yang proporsional menjadi kunci penting. Mari kita pelajari bagaimana konsep perbandingan matematis diterapkan dalam analisis alokasi pasukan dan logistik!

C. KEGIATAN PERSIAPAN & LEMBAR KERJA

1. Analisis Rasio Jumlah Pasukan (Perbandingan Senilai)

Dalam Perang Badar, jumlah pasukan Muslim adalah 312 orang dan pasukan lawan adalah 1.000 orang.

a. Tuliskan bentuk perbandingan paling sederhana antara jumlah pasukan Muslim dan pasukan lawan!

b. Jika untuk setiap 10 orang pasukan Muslim dibutuhkan 15 kg beras per hari, berapakah total kebutuhan beras seluruh pasukan Muslim (300 orang) untuk 3 hari?

Jawaban / Penyelesaian:





 

2. Perbandingan Senilai pada Pembagian Logistik/Sembako

Dalam sebuah pos persiapan logistik, 6 orang prajurit membutuhkan 18 liter air bersih per hari.

a. Berapa liter air yang dibutuhkan jika jumlah prajurit bertambah menjadi 25 orang?

b. Buatlah tabel perbandingan senilai antara jumlah prajurit dan kebutuhan air (untuk 5, 10, 15, 20, dan 25 prajurit)!

Jawaban / Penyelesaian:






 

3. Perbandingan Berbalik Nilai (Waktu Tempuh & Kecepatan)

Rombongan perjalanan menuju lokasi Badar dapat ditempuh dalam waktu 6 jam dengan kecepatan rata-rata berjalan kaki 5 km/jam.

a. Jika kecepatan rata-rata ditingkatkan menjadi 6 km/jam, berapa lama waktu yang dibutuhkan untuk sampai di lokasi?

b. Jelaskan mengapa persoalan ini termasuk perbandingan berbalik nilai!

Jawaban / Penyelesaian:





 

4. Refleksi & Diskusi Nilai Karakter (Integrasi Al-Anfal Ayat 5)

Meskipun dari segi jumlah (perbandingan) pasukan Muslim kalah jumlah, strategi dan ketataan kepada Allah menghasilkan kemenangan.

a. Hikmah apa yang dapat kamu ambil dari QS. Al-Anfal ayat 5 ketika menghadapi tantangan atau tugas matematika yang sulit?

b. Mengapa perencanaan dan perhitungan matematis yang tepat sangat penting dalam kehidupan sehari-hari?

Jawaban / Penyelesaian:





 

D. RUBRIK PENILAIAN & CATATAN GURU

Aspek Penilaian

Kriteria

Skor Maksimal

Skor Perolehan

Pemahaman Ayat & Konsep

Mampu mengaitkan nilai Al-Anfal: 5 dengan rasio/perbandingan

25

 

Penalaran Matematis

Mampu menyelesaikan perbandingan senilai & berbalik nilai

50

 

Refleksi & Karakter

Menyampaikan analisis kritis dan pesan moral yang tepat

25

 

 



Rabu, 19 Agustus 2026

PENGERTIAN ALJABAR


 Nama Guru       : Sari Budi Utami, S.Pd

Mata Pelajaran : Matematika

Hari/Tanggal    : Eabu  / 19 Agustus  2026

Kelas                :  VII B, D

Materi              :  Aljabar


CAPAIAN PEMBELAJARAN :

Pada fase D :Peserta didik dapat mengenali unsur-unsur aljabar, melakukan operasi hitung

 suku sejenis, dan memodelkan situasi nyata ke bentuk aljabar. Dengan melatih tadabur alam

 dan mengagumi ciptaan Allah secara detail (QS: At Talaq ayat 2-3)


TUJUAN PEMBELAJARAN :

1.  Mindful (pelajaran yang penuh kesadaran)

  • . Peserta didik dapat mengidentifikasi unsur-unsur aljabar (variabel, koefisien, konstanta, suku) dari situasi nyata.


  •  Peserta didik dapat menganalisis struktur pemikiran abstrak dan keseimbangan pada timbangan, konsep persamaan dengan melatih tadabbur alam dan mengagumi ciptaan Allah SWT. 


2.  Meaningful( pembelajaran yang bermakna) 

  • Peserta didik dapat menyederhanakan bentuk aljabar menggunakan sifat distributif dan komutatif.


  •  Peserta didik dapat Memodelkan anggaran belanja bulanan keluarga dan perhitungan tarif transportasi onlinedengan melatih tadabbur alam dan mengagumi ciptaanAllah SWT. 


3.  Joyful( pembelajaran yang menyenangkan)

  • Pesrta didik dapat  'Algebra Escape Room' (Memecahkan teka-teki aljabar untuk membuka kunci misi) dengan melatih tadabbur alam dan mengagumi ciptaan       Allah SWT. 


ALUR TUJUAN PEMBELAJARAN :

1. Peserta didik dapat mengenali unsur-unsur aljabar,Dengan melatih tadabur alam

 dan mengagumi ciptaan Allah secara detail (QS: At Talaq ayat 2-3)

2.  Peserta didik dapat melakukan operasi hitung suku sejenis, Dengan melatih tadabur alam

 dan mengagumi ciptaan Allah secara detail (QS: At Talaq ayat 2-3)

3. Peserta didik dapat memodelkan situasi nyata ke bentuk aljabar. Dengan melatih tadabur alam

 dan mengagumi ciptaan Allah secara detail (QS: At Talaq ayat 2-3)

4. Peserta didik dapat  menggunakan sifat-sifat operasi untuk menghasilkan bentuk aljabar yang ekuivalen;


MATERI PEMBELAJARAN :

PENGERTIAN ALJABAR

Untuk mengenal dan memahami pengertian Aljabar , silahkan amati dan pahami video di bawah ini Nak''

Silahkan menyaksikan  




Setelah menyaksikan video diatas maka peserta didik dapat memahami pengertian aljabar

 yaitu mengenai variabel, koefisien dan konstanta.


Media pembelajaran pada materi pengertian Aljabar adalah video pembelajaran dan LKPD.


ASESMEN :

LEMBAR KERJA PESERTA DIDIK (LKPD)

MATEMATIKA TERINTEGRASI NILAI-NILAI ISLAMI

Materi: Bentuk Aljabar (Korelatif Q.S. At-Talaq: 2-3)

 

Kelompok : ........................................

Kelas / Semester : VII / Ganjil

Nama Anggota : 1. ....................................

2. ....................................

3. ....................................

4. ....................................

Tanggal : ........................................

 

A. PETUNJUK & TUJUAN PEMBELAJARAN

1. Awali setiap kegiatan dengan membaca Basmalah dan berdoa.

2. Cermati potongan ayat Al-Qur'an dan konsep matematika yang disajikan.

3. Diskusikan pertanyaan dengan kelompokmu untuk menemukan konsep Aljabar.

4. Tujuan Pembelajaran: Siswa dapat memodelkan masalah kontekstual ke dalam bentuk aljabar serta mengidentifikasi unsur-unsurnya (variabel, koefisien, konstanta) dengan menginternalisasi nilai ketakwaan dan rezeki.

B. TERTARIK BELAJAR: RENUNGAN AL-QUR'AN

Q.S. At-Talaq (65): Ayat 2 - 3

... وَمَنْ يَتَّقِ اللَّهَ يَجْعَلْ لَهُ مَخْرَجًا (2) وَيَرْزُقْهُ مِنْ حَيْثُ لَا يَحْتَسِبُ ... (3)

Terjemahan:
“...Barangsiapa yang bertakwa kepada Allah niscaya Dia akan membukakan jalan keluar baginya (2), dan Dia memberinya rezeki dari arah yang tidak disangka-sangkanya... (3)”

 

KEGIATAN 1: MEMODELKAN BENTUK ALJABAR REZEKI DAN SEDEKAH

Allah SWT berjanji memberi rezeki dari arah tak disangka bagi orang yang bertakwa. Mari kita amati kasus berikut:

Studi Kasus Usaha Berkah Pak Ahmad:
Pak Ahmad adalah seorang pedagang yang bertakwa. Setiap hari ia mendapat rezeki terduga dari hasil penjelasannya menjual paket sembako. Selain itu, karena ketakwaannya, ia rutin mendapat rezeki tak disangka-sangka berupa bonus/sedekah dari pembeli.

• Hari ini Pak Ahmad menjual 3 parcel sembako (setiap parcel harganya sama, misalkan x rupiah) dan 2 kantong beras (setiap kantong harganya sama, misalkan y rupiah).
• Di akhir hari, ia mendapat rezeki tak terduga (bonus tambahan/tip) sebesar Rp 50.000,00.

 

1. Tuliskan bentuk aljabar untuk menyatakan total pendapatan Pak Ahmad hari ini!

Jawab:
  ........................................................................................................................
  ........................................................................................................................
  ........................................................................................................................

2. Sebutkan variabel-variabel yang digunakan dalam bentuk aljabar tersebut beserta artinya!

Jawab:
  ........................................................................................................................
  ........................................................................................................................
  ........................................................................................................................

3. Sebutkan koefisien dari masing-masing variabel tersebut!

Jawab:
  ........................................................................................................................
  ........................................................................................................................

4. Sebutkan konstanta dari bentuk aljabar di atas dan jelaskan apa maknanya dalam konteks ayat Q.S. At-Talaq: 2-3!

Jawab:
  ........................................................................................................................
  ........................................................................................................................
  ........................................................................................................................

KEGIATAN 2: MENGIDENTIFIKASI UNSUR ALJABAR & SUKU SEJENIS

Lengkapi tabel analisis bentuk aljabar berikut terkait konsep rezeki dan derma:

Bentuk Aljabar

Variabel

Koefisien

Konstanta

Banyak Suku

4x + 100.000

x

4

100.000

2 (Suku dua)

5a + 2b + 15.000

.....

a: ....., b: .....

.....

.....

7p - 3q - 25.000

.....

p: ....., q: .....

.....

.....

 

KEGIATAN 3: INTEGRASI TAKWA, USAHA, DAN HASIL

Dalam Q.S. At-Talaq ayat 2-3, hasil akhir (rezeki/jalan keluar) sangat dipengaruhi oleh Tingkat Ketakwaan (T) dan Ikhtiar/Usaha (U), ditambah Pertolongan Allah yang Tak Disangka (K).

Model Matematika Keberkahan:  B = 5T + 3U + 100

1. Manakah yang merupakan variabel pada model keberkahan di atas? Mengapa nilainya dapat berubah-ubah?

Jawab:
  ........................................................................................................................
  ........................................................................................................................
  ........................................................................................................................

2. Manakah yang merupakan konstanta pada model di atas? Dalam ayat Q.S. At-Talaq: 3, melambangkan apakah konstanta bernilai positif (100) tersebut?

Jawab:
  ........................................................................................................................
  ........................................................................................................................
  ........................................................................................................................

3. Jika seseorang meningkatkan ketakwaannya (T) dan ikhtiarnya (U), apa yang akan terjadi pada nilai Keberkahan (B)? Jelaskan secara matematis dan spiritual!

Jawab:
  ........................................................................................................................
  ........................................................................................................................
  ........................................................................................................................

D. REFLEKSI ISLAMI & KESIMPULAN

Lengkapi kesimpulan berikut untuk merangkum pembelajaranmu hari ini:

1. Variabel adalah lambang pengganti suatu bilangan yang belum diketahui nilainya (seperti ikhtiar manusia yang nilainya bervariasi). Dalam kasus Pak Ahmad, variabelnya adalah .....................................................

2. Koefisien adalah bilangan yang mengalikan variabel. Pada bentuk 3x + 2y + 50.000, koefisiennya adalah .....................................................

3. Konstanta adalah bilangan tetap yang tidak memuat variabel. Dalam konteks Q.S. At-Talaq ayat 2-3, konstanta melambangkan ........................................................................................................................................................................

4. Hikmah yang saya dapatkan hari ini tentang hubungan Aljabar dan Ketakwaan adalah ........................................................................................................................................................................................................................................