Senin, 27 April 2026

BRSD ( BANGUN RUANG SISI DATAR)

 Identitas:


Nama Guru  : Sari Budi Utami, S.Pd

Mata Pelajaran : Matematika

Hari/Tanggal  Senin 27 April 2026

Kelas :  VIII D

Materi : BRSD ( Bangun Ruang sisi datar)

Tujuan Pembelajaran : 

Maka peserta didik Diharapkan dapat :

 1.    Menjelaskan pengertian bangun ruang.

  2.   Mengidentifikasi unsur-unsur bangun ruang sisi datar (kubus, balok, prisma, dan limas).


Materi Pembelajaran

 PENGERTIAN DAN UNSUR-UNSUR BANGUN RUANG SISI DATAR

Bangun ruang adalah bagian ruang yang dibatasi oleh himpunan titik-titik yang terdapat pada seluruh permukaan bangun tersebut. Permukaan bangun itu disebut sisi.

Bagian-bagian dari bangun ruang adalah sebagai berikut.

1)  Sisi, yaitu daerah segi banyak yang membentuk bangun datar.

2)  Rusuk, yaitu ruas garis perpotongan antara dua buah sisi/bidang.

3)  Titik sudut, yaitu titik potong antara dua buah rusuk atau lebih.

4)    Diagonal sisi/bidang, yaitu ruas garis yang menghubungkan 2 (dua) titik sudut yang berhadapan pada suatu sisi/bidang.

5)   Diagonal ruang, yaitu ruas garis yang menghubungkan 2 (dua) buah titik sudut berhadapan di ruang.

6)    Bidang diagonal, yaitu bidang yang melalui 2 (dua) buah diagonal bidang yang sejajar.


 Pengertian Kubus

Kubus adalah bangun ruang yang dibentuk oleh 6 buah persegi yang masing-masing memiliki ukuran sama.

a.     Perhatikan gambar benda-benda berikut.



Benda-benda pada gambar tersebut merupakan beberapa contoh benda yang berbentuk kubus. Benda-benda tersebut dapat digambarkan dengan model kubus ABCD.EFGH seperti berikut ini.


 
Gambar 2. model kubus


Pengertian Balok

Balok  adalah   bangun   ruang   yang   dibentuk   oleh   6   buah persegipanjang yang sepasang-sepasang memiliki ukuran sama.

 a.     Perhatikan gambar berikut!

 

Benda-benda tersebut merupakan beberapa contoh benda yang berbentuk balok. Benda-benda tersebut dapat digambarkan dengan sebuah model balok seperti berikut ini.

Pengertian Prisma

Prisma adalah bangun ruang yang dibentuk oleh daerah segi banyak yang sejajar dengan bentuk dan ukuran sama, serta bidang-bidang lain yang berpotongan menurut ruas garis-ruas garis sejajar. Kedua segi banyak tersebut dinamakan alas dan atas (tutup).

a.     Perhatikan gambar berikut!

Benda-benda tersebut merupakan beberapa contoh benda yang berbentuk prisma. Benda pertama berbentuk prisma segitiga (karena alasnya berbentuk segitiga), benda kedua berbentuk prisma segi-4 (karena alasnya berbentuk segi-4), dan benda ketiga berbentuk prisma segi-5 (karena alasnya berbentuk segi-5). Secara umum nama prisma didasarkan pada bentuk bidang alasnya. Benda-benda tersebut dapat digambarkan dengan model prisma seperti berikut ini.

Pengertian Limas

Limas adalah bangun ruang yang dibentuk sebuah daerah segi banyak dan beberapa buah daerah segitiga yang bertemu di satu titik sudut, serta sisi-sisi di hadapan titik sudut tersebut berimpit dengan sisi segi banyak. Titik sudut itu dinamakan puncak limas, dan daerah segi banyak dinamakan alas.

a.     Perhatikan gambar berikut!



Benda-benda tersebut merupakan contoh benda yang berbentuk limas. Benda pertama berbentuk limas segitiga (karena alasnya berbentuk segitiga), benda kedua berbentuk limas segi-4 (karena alasnya berbentuk segi-4), dan benda ketiga berbentuk limas segi-5 (karena alasnya berbentuk segi-5). Secara umum nama limas juga didasarkan pada bentuk bidang alasnya. Benda-benda tersebut dapat digambarkan dengan model limas seperti berikut ini.


    

1.      Kubus
a.    Kubus memiliki 6 bidang sisi.
b.    Kubus memiliki 8 titik sudut.
c.    Kubus memiliki 12 rusuk dengan ukuran yang sama panjang.
d.    Kubus memiliki 12 diagonal sisi dengan ukuran yang sama panjang.
e.    Kubus memiliki 6 bidang diagonal.
f.     Kubus memiliki 4 diagonal ruang dengan ukuran yang sama panjang.

 2.      Balok

a.    Balok mempunyai 6 bidang sisi berbentuk persegi panjang.

b.    Balok memiliki 12 rusuk. Rusuk-rusuk yang sejajar memiliki ukuran yang sama panjang.

c.    Balok memiliki 12 diagonal bidang/ diagonal sisi. Setiap diagonal bidang pada sisi yang berhadapan memiliki ukuran yang sama panjang.

d.    Balok memiliki 6 bidang diagonal. Bidang diagonal balok brbentuk persegi panjang.

e.    Balok memiliki 4 diagonal ruang dengan ukuran yang sama panjang


3.      Prisma

a.    Prisma memiliki bentuk alas dan atap yang kongruen

b.    Setiap sisi samping prisma berbentuk persegi panjang

c.    Prisma memiliki rusuk tegak

d.    Setiap diagonal bidang pada sisi yang sama memiliki ukuran yang sama


4.      Limas

a.    Bidang sisi tegak limas berbentuk segitiga

b.    Nama limas ditentukan oleh bentuk bidang alasnya, seperti limas segitiga, limas segiempat, limas segilima,... limas segi-n.

c.    Limas segi n memiliki n+1 bidang sisi

d.    Limas segi n memiliki n+1 titik sudut

e.    Limas segi n memiliki 2n rusuk


Rumus Utama

Rumus Luas Permukaan Kubus

Luas Permukaan = 6 × sisi × sisi 

L = 6 × s2

 

Rumus Volume Kubus

Volume = sisi × sisi × sisi 

V = s


Rumus Luas Permukaan Balok

Luas Permukaan = 2 × ((panjang × lebar) + (panjang × tinggi) + (lebar × tinggi))

L = 2 × ((p × l) + (p × t) + (l × t))

 

Rumus Volume Balok

Volume = panjang × lebar × tinggi

V = p × l × t

Rumus Luas Permukaan Limas

Luas Permukaan = Luas alas + Luas selimut

L = Lalas + Lselimut

 

Rumus Volume Limas

Volume = 1/3 × Luas alas × tinggi limas

V = 1/3 × Lalas × t


Rumus Luas Permukaan Prisma

Luas Permukaan = (2 × Luas alas) + Luas selimut

L = (2 × Lalas) + Lselimut

L = (2 × Lalas) + (Kalas × t)

 

Rumus Volume Prisma

Volume = Luas alas × tinggi prisma

V = Lalas × t

Keterangan:

  • Luas alas prisma, rumusnya tergantung pada bentuk alas prisma. Misalnya, pada prisma segiempat, luas alasnya = p x l.
  • Luas selimut​ adalah luas sisi-sisi tegak prisma. Kita bisa mencarinya dengan rumus keliling alas × tinggi.
  • Rumus volume prisma segiempat maupun segi lainnya, dihitung menggunakan rumus volume prisma secara umum.

 

Contoh Soal:

1. Sebuah prisma segitiga siku-siku memiliki panjang sisi alasnya 3 cm, 4 cm, dan 5 cm. Jika tinggi prisma adalah 6 cm, berapakah luas permukaan prisma tersebut?

Pembahasan:

L = (2 × Lalas) + (Kalas × t)

Kita cari luas alas dan keliling alasnya dulu, ya. Karena alas prisma berbentuk segitiga siku-siku, maka luas alasnya bisa kita cari menggunakan rumus:

L = ½ × a × t

L = ½ × 3 × 4 = 6 cm²

Kemudian, untuk keliling alas, kita bisa cari dengan menghitung jumlah sisi-sisi segitiga:

Kalas = sisi + sisi + sisi = 3 + 4 + 5 = 12 cm

Sehingga, luas permukaan prismanya adalah:

L = (2 × Lalas) + (Kalas × t)

L = (2 × 6) + (12 × 6)

L = 12 + 72 = 84 cm²

Jadi, luas permukaan prisma segitiga tersebut adalah 84 cm².

 

2. Sebuah prisma segitiga memiliki luas alas 20 cm² dan tinggi prisma 12 cm. Hitunglah volumenya!

Pembahasan:

V = Lalas × t

V = 20 × 12 = 240 cm³

Jadi, volume prisma segitiga tersebut adalah 240 cm³.


Sebuah balok memiliki panjang 8 cm, lebar 4 cm, dan tinggi 6 cm. Hitunglah luas permukaan dan volumenya!

Pembahasan:

Diketahui: p = 8 cm, l = 4 cm, t = 6 cm

Ditanya: L dan V …?

Jawab:

a. Luas permukaan balok

L = 2 × ((p × l) + (p × t) + (l × t))

L = 2 × ((8 × 4) + (8 × 6) + (4 × 6)) 

L = 2 × (32 + 48 + 24) = 208 cm²

Jadi, luas permukaan balok tersebut adalah 208 cm².

b. Volume balok

V = p × l × t

V = 8 × 4 × 6 = 192 cm³


Assasemen

1. Luas permukaan kubus adalah 384 cm2. Berapa volume kubus tersebut....

2. Sebuah kotak berbentuk kubus mempunyai volume 4.913 cm3. Berapa luas permukaan kotak tersebut....


Wassalamualaikum Warrohmatullahi Wabarrohkatuh..

Senin, 20 April 2026

LATIHAN SOAL SOAL US

 Identitas:


Nama Guru  : Sari Budi Utami, S.Pd

Mata Pelajaran : Matematika

Hari/Tanggal  : Senin, 20 April 2026

Kelas : IX   B

Materi :  Bilangan , Aljabar


Tujuan Pembelajaran : 

Peserta didik mampu menyelesaikan pemecahan soal-soal yang berkaitan dengan bilangan, Aljabar


impunan bilangan bulat antara – 3 dan 4 adalah ...

A.  {– 3,–2,–1, 0, 1, 2, 3, 4}

B.   {–3,–2,–1, 0, 1, 2, 3}

C.   {–2, –1, 0, 1, 2, 3, 4}

D.  {–2,–1, 0, 1, 2, 3}

 

 

2.    Hasil dari 3/4 +1/4 +1/( 2)+  4/4 adalah ...

A.      9/14

B.           7/4

C.    2 1/2

D.  3

 

3.    Kumpulan berikut yang merupakan himpunan adalah …

A.  Kumpulan siswa hebat

B.   Kumpulan orang pintar

C.   Kumpulan negara ASEAN

D.  Kumpulan gunung tertinggi

 

 

4.    Jumlah dari (2x + 4) dan (3– 8) adalah …

A.  5x + 4

B.   5x – 4

C.   x – 4

D.  x + 4

 

 

5.    Nilai p yang memenuhi persamaan p  3 =–2

A.  –1

B.   –2

C.   1

D.  5

 

6.    Himpunan penyelesaian dari 10> 2x + 2 dengan x variabel pada himpunan bilangan asli adalah …

A.  {1, 2, 3, 4}

B.   {. . .,1, 2, 3}

C.   {4, 5, 6, …}

D.  {5, 6, 7, . . .} 

  

7.    Pak Joko membagi sejumlah uang kepada dua orang anaknya dengan perbandingan 5 :8.  Jika jumlah uang terkecil  yang  diberikan adalah          Rp. 10.000.  Maka jumlah uang terbesar yang diberikan Pak Joko adalah …

A.         Rp. 26.000

B.Rp. 16.000

C.Rp. 12.000

D.               Rp. 8.000

 

 

Rabu, 08 April 2026

LINGKARAN

  Identitas:


Nama Guru  : Sari Budi Utami, S.Pd

Mata Pelajaran : Matematika

Hari/Tanggal  : Rabu,  8 April 2026

Kelas :  VIII C

Materi : Lingkaran

Tujuan Pembelajaran : 

 Peserta didik Diharapkan dapat :

  •   Memjelaskan  dan memahami unsur unsur lingkaran
  •  Menghitung keliling dan luas lingkaran

Materi Pembelajaran :

Unsur-Unsur Lingkaran


Titik Pusat (titik O)
Jari-jari (ruas garis OA, OB, OC, OD).
Diameter (ruas garis AB)
Tali Busur (ruas garis AD dan AB)
Busur (garis lengkung AD, DC, AB)
Juring (daerah BOC)
Tembereng (daerah warna biru)
Apotema (ruas garis OE)
 

cara menghitung unsur-unsur lingkaran. 
 

1. Rumus Keliling dan Luas Lingkaran

Apa bedanya keliling lingkaran dan luas lingkaran? Keliling lingkaran adalah panjang garis lengkung dari suatu lingkaran, sedangkan luas lingkaran merupakan luas daerah yang dibatasi oleh busur lingkaran atau keliling lingkaran.

Berikut rumus untuk menghitung keliling dan luas lingkaran.



Contoh Soal!

1. Diketahui lingkaran dengan jari-jari 20 cm, keliling lingkaran tersebut adalah …

Pembahasan:

Diketahui: r = 20 cm

Ditanya: Keliling lingkaran (K) …?

 

Jawab:

K = 2 × π × r
K = 2 × 3,14 × 20
K = 125,6 cm

Jadi, keliling lingkaran tersebut adalah 125,6 cm.

 

2. Jika diketahui sebuah lingkaran mempunyai diameter 10 cm. Berapakah luas lingkaran tersebut?

Pembahasan:

Diketahui: d = 10 cm

Ditanya: Luas lingkaran (L) …?

L = (1/4) × 3,14 × (10)2
L = (1/4) × 314
L = 78,5 cm2

Jadi, luas lingkaran tersebut adalah 78,5 cm2.

 

2. Rumus Menghitung Sudut Pusat dan Sudut Keliling


Perbedaan antara sudut pusat dan sudut keliling. Perhatiin deh pengertiannya sama gambarnya.

 

Sudut pusat itu merupakan daerah sudut yang dibatasi oleh dua jari-jari lingkaran yang titik sudutnya merupakan titik pusat lingkaran. Contoh: ∠AOB.

Nah, kalau sudut keliling merupakan daerah sudut yang dibatasi oleh dua tali busur yang berpotongan di satu titik pada lingkaran dan titik sudutnya terletak pada keliling lingkaran. Contoh: ∠ADB dan ∠ACB.



Ada hubungan antara sudut pusat dan sudut keliling lingkaran.

Kalau keduanya menghadap busur yang sama maka besar sudut pusat bakal sama dengan dua kalinya besar sudut keliling.



Assasemen

LATIHAN

1.Rumus keliling serta luas bangun datar berbentuk lingkaran yang tepat yaitu…

A. K = 2 π r dan L = π r2

B. K = π rdan L = 2 π r

C. K = π r dan L = ½ π r2

D. K = ½ π r dan L = π r2

2. Unsur Lingkaran: Garis lurus yang menghubungkan titik pusat dengan titik pada lengkungan lingkaran disebut...

a. Tali busur

b. Diameterc.

 c. Jari-jari 

d. Apotema

3. Keliling Lingkaran: Sebuah roda memiliki jari-jari 28 cm. Keliling roda tersebut adalah...

a. 88 cm

b. 154 cm

c. 176 cm

d. 308 cm


Refleksi :


Wassalamualaikum Warrohmatullahi Wabarrohkatuh..

KEKONGRUENAN SEGITIGA

 Identitas:


Nama Guru  : Sari Budi Utami, S.Pd

Mata Pelajaran : Matematika

Hari/Tanggal  : Rabu, 8 April 2026

Kelas : IX A , B

Materi : Kesebangunan dan kekongrueanan Bangun Datar


Tujuan Pembelajaran : 

Peserta didik mampu menyelesaikan pemecahan soal-soal yang berkaitan dengan kesebangunan dan kekongruenan bangun datar


Materi Pembelajaran :

Pada pertemuan sebelumnya, kita sudah mempelajari Konsep Kesebangunan dan Kekongruenan Bangun Datar. Kesebangunan bangun datar di mana sudut – sudutnya mempunyai kesesuaian yang sama besarnya. Dan juga panjang sisi – sisi sudutnya juga bersesuai dengan mempunyai sebuah perbandingan yang sama. sedangkan Kekongruenan merupakan dua buah bangun datar yang di mana kedua bangunnya sama – sama memiliki bentuk dan juga ukuran yang sama.


Dan pada hari ini kita akan membahas tentang Kekongruenan Dua Segitiga, silahkan kalian simak materi berikut ini:

Segitiga sebagai objek geometris memiliki syarat kekongruenan. Syarat-syarat kekongruenan segitiga, yaitu memiliki dua sudut berdekatan yang sama besar.


Kongruensi dalam matematika sangatlah penting jika digunakan. Di mana, hal tersebut digunakan untuk memecahkan permasalahan dalam konstruksi geometris serta digunakan untuk memahami hubungan antara objek matematika yang memiliki perbedaan.


Mengenal Segitiga Kongruen, Syarat syaratnya adalah sebagai berikut

1. Sisi-sisi yang Bersesuaian Sama Panjang (Sisi, Sisi, Sisi)

Dalam segitiga, syarat kekongruenannya, yaitu jika sisi-sisi yang bersesuaian sama panjang. Jadi, segitiga tersebut sudah pasti kongruen, meskipun belum diketahui bahwa sudut-sudut yang bersesuaian sama besar.


Meski belum diketahui sudut-sudut yang bersesuaian sama besar, tetapi segitiga tersebut memiliki sisi yang bersesuaian sama panjang sehingga termasuk kongruen.


2. Dua Sisi yang Bersesuaian Sama Panjang dan Satu Sudut yang Diapit leh Kedua Sisi Sama Besar (Sisi, Sudut, Sisi)

Tidak hanya memiliki sisi yang bersesuaian sama panjang saja. Akan tetapi, syarat dua bangun kongruen adalah ketika dua bangun tersebut memiliki sisi-sisi yang bersesuaian sama panjang dan sudut-sudut yang bersesuaian sama besar.


Jadi, segitiga kongruen tersebut akan tetap sama persis. Meskipun segitiga kongruen tersebut dibalik, diputar atau bahkan dilipat, tapi bentuk dan ukurannya masih sama persis antara satu sama lain.


3. Dua Sudut yang Bersesuaian Sama Besar dan Satu Sisi yang Bersesuaian Sama Panjang

Segitiga kongruen memiliki dua sudut yang bersesuaian sama besar dan satu sisi yang bersesuaian sama panjang. Di mana, kriteria dalam segitiga kongruen adalah sisi – sudut – sisi atau sisi- sisi – sudut.

Asesment :

Berikut adalah penjelasan rinci syarat kekongruenan segitiga:Sisi-Sisi-Sisi (SSS): Ketiga pasang sisi yang bersesuaian sama panjang.Sisi-Sudut-Sisi (SAS): Dua pasang sisi yang bersesuaian sama panjang dan sudut yang diapitnya sama besar.Sudut-Sisi-Sudut (ASA): Dua pasang sudut yang bersesuaian sama besar dan sisi di antara kedua sudut tersebut sama panjang.Sudut-Sudut-Sisi (AAS/AAS): Dua pasang sudut yang bersesuaian sama besar dan sepasang sisi di depan salah satu sudut tersebut sama panjang.Khusus Siku-siku (RHS/Hy-S): Hipotenusa (sisi miring) dan salah satu sisi siku-siku yang bersesuaian sama panjang.

Untuk memperkuat pemahaman materi kalian dalam menyelesaikan kekonrruenan segitiga silahkan kalian kerjakan soal-soal berikut ini.


CONTOH SOAL 

1. Diketahui ∆AOB dan ∆COD, maka pasangan segitiga yang kongruen adalah ....

A. ∆AOB dan ∆COD

B. ∆AOD dan ∆BOC

C. ∆AOB dan ∆BOC

D. ∆AAB dan ∆BCD

Jawaban: B. ∆AOD dan ∆BOC


2. Diketahui ΔABC ≅ ΔDEF. Jika AB = 5 cm, BC = 7 cm, dan AC = 8 cm, maka panjang DE jika DF = 7 cm dan EF = 8 cm adalah...

a. 5 cm

b. 6 cm

c. 7 cm

d. 8 cm

Jawaban: c. 7 cm


LATIHAN SOAL

1. Dua lingkaran kongruen memiliki jari-jari sama. Jika luas lingkaran pertama adalah 16π cm², maka keliling lingkaran kedua adalah...

a. 80π cm

b. 16π cm

c. 32π cm

d. 64π cm



2..Pasangan bangun datar berikut yang pasti sebangun adalah...

a. Dua segitiga sama kaki

b. Dua jajaran genjang

c. Dua belah ketupat

d. Dua segitiga sama sisi



3.Segitiga ABC dan DEF kongruen jika ΔABC ≅ ΔDEF, maka korespondensi yang benar adalah...

a. ∠A = ∠E dan AC = FG

b. ∠A = ∠F dan AF = FG

c. ∠B = ∠F dan BC = FG

d. ∠B = ∠G dan AB = EF


Refleksi :


Wassalamualaikum Warrohmatullahi Wabarrohkatuh..

Rabu, 01 April 2026

TRIPEL PYTHAGORAS

 MATA PELAJARAN            : MATEMATIKA

 FASE                                     :  D

MATERI POKOK                 : TEOREMA PHYTHAGORAS

PERTEMUAN                       : KE 3 DARI 4

GURU PENGAMPU             : SARI BUDI UTAMI, S.Pd


CAPAIAN PEMBELAJARAN

Di akhir fase D Peserta didik dapat menyatakan suatu situasi ke dalam bentuk  aljabar;  operasi  bentuk  aljabar  yang  ekuivalen; menyelesaikan teorema pythagoras

Tujuan Pembelajaran :

Setelah mengukuti kegiatan pembelajaran menggunakan model pembelajaran discovery Learning, dengan metode literasi, eksperimen, praktikum, dan presentasi dengan menumbuhkan sikap

 1 .  Beriman dan bertakwa kepada Tuhan yang maha Esa

2.    Bergotong royong

3.    Berkebinekaan global

Maka peserta didik Diharapkan dapat :

  •     Memahami rumus dari Teorema Pythagoras.
  •   Menjelaskan bunyi Teorema Pythagoras
  •   Memjelaskan sisi-sisi pada segitiga siku-siku
  •   Memahami 3 bilangan yang merupakan panjang sisi-sisi segitiga siku-siku
  •   Menuliskan tiga bilangan ukuran panjang sisi segitga siku-siku (Triple Pythagoras).

Assalamualaikum anak- anak yang sholeh sholehah....

Apa kabarnya hari ini ?

Semoga kita semua dalam lindungan Allah SWT Aamiin.....

Dan jangan lupa tetap selalu menjaga kesehatan  nya ya nak.

Baiklah sebelum kita melaksanakan pembelajaran di pagi ini, alangkah baiknya kita awali dengan melaksanakan sholat dhuha dan murojaahnya terlebih dahulu ya nak, dan tak lupa setelah itu pembacaan asmaul husna dan doa belajar ya supaya ilmu yang dipelajari hari ini akan bermanfaat, mudah diterima dan akan berkah ilmunya 


Baiklah sebelum kita memsuki materi hari ini, sekilas kita ingat materi minggu lalu yaitu tentang Teorema pythagoras . Untuk pertemuan kali ini kita akan memasuki materi Tripel Phythagoras


Hubungan Teorema Pythagoras dengan Jenis Segitiga

Meskipun rumus Teorema Pythagoras hanya bisa digunakan untuk mencari sisi-sisi pada segitiga siku-siku, tapi kita juga bisa menggunakan teorema ini untuk mencari tahu bagaimana bentuk segitiga hanya dari nilai sisi-sisinya saja.


Misalkan, kita punya segitiga dengan a, b, dan c merupakan sisi-sisi segitiga tersebut. Maka sisi a, b, dan c dapat membentuk segitiga dengan tiga kemungkinan, di antaranya:


Jadi, dengan menggunakan Teorema Pythagoras, kita juga dapat menentukan, apakah ketiga barisan bilangan dapat membentuk segitiga siku-siku atau tidak. Contoh:

1. Diketahui sisi-sisi sebuah segitiga, yaitu a = 10, b = 8 dan c = 22. Dengan mengudaratkan sisi miring dan jumlahkan kuadrat sisi lainnya, maka diperoleh:

c2 = 222

c2 = 484

a2 + b2 = 102 + 82

a2 + b2 = 100 + 64

a2 + b2 = 164

Karena 164 < 484 atau a2 + b2 < c2 (102 + 82 < 222), maka segitiga ini bukan termasuk segitiga siku-siku, melainkan segitiga tumpul.


Apa itu Triple Pythagoras?

Setelah memahami isi dari Teorema Pythagoras, kita lanjut ke bahasan berikutnya, nih, yaitu Triple Pythagoras. Waduh, apa lagi, tuh? Triple Pythagoras adalah pasangan tiga bilangan asli yang memenuhi Teorema Pythagoras.

Beberapa pasangan 3 bilangan asli yang memenuhi Triple Pythagoras, di antaranya:



LATIHAN


1.
Sebuah segitiga siku-siku mempunyai sisi miring sepanjang 10 cm dengan salah satu sisi berbentuk siku sepanjang 6 cm. Berapa panjang sisi lainnya?

A. 6 cm

B. 7 cm

C. 8 cm

D. 9 cm


2.Sebuah tangga memiliki panjang 26 meter disandarkan pada dinding rumah. Apabila diketahui bahwa jarak kaki tangga ke dinding adalah 10 meter, kemudian tangga digeser sampai ujung atasnya turun sebanyak 6 meter, berapa jarak kaki tangga dari dinding setelah digeser?

A. 14 meter

B. 15 meter

C. 16 meter

D. 18 meter


3.Pada sebuah acara penerbangan drone, suatu drone diterbangkan 80 meter ke utara, 60 meter ke timur, kemudian dinaikkan vertikal setinggi 25 meter. Berapa jarak drone dari titik awal diterbangkan?

A. 90 meter

B. 95 meter

C. 100 meter

D. 105 meter


KESIMPULAN

Triple Pythagoras adalah pasangan tiga bilangan asli yang memenuhi Teorema Pythagoras.


REVERENSI

https://mamikos.com/info/contoh-soal-tripel-pythagoras-beserta-penjelasannya-pljr/?halaman=3

https://www.ruangguru.com/blog/teorema-pythagoras