Senin, 17 Maret 2025

KISI KISI STS KELAS 8

  MATA PELAJARAN            : MATEMATIKA

 KELAS                                  :  8

MATERI POKOK                 : STS

PERTEMUAN                       : -

GURU PENGAMPU             : SARI BUDI UTAMI, S.Pd


TUJUAN PEMBELAJARAN  : 

Setelah mengikuti proses pembelajaran ini peserta didik  diharapkan dapat mengerjakan soal soal STS dengan baik dan benar

 

Assalamualaikum anak- anak yang sholeh sholehah....

Apa kabarnya hari ini ?

Semoga kita semua dalam lindungan Allah SWT Aamiin.....

Dan jangan lupa tetap selalu menjaga kesehatan  nya ya nak.

Baiklah sebelum kita melaksanakan pembelajaran di pagi ini, alangkah baiknya kita awali dengan melaksanakan sholat dhuha dan murojaahnya terlebih dahulu ya nak, dan tak lupa setelah itu pembacaan asmaul husna dan doa belajar ya supaya ilmu yang dipelajari hari ini akan bermanfaat, mudah diterima dan akan berkah ilmunya 

Dibawah ini ibu sampaikan kisi kisi STS kelas 8 silahkan di pelajari ya nak

KISI -  KISI STS MATEMATIKA KELAS 8

KISI-KISI SOAL SUMATIF TENGAH SEMESTER GENAP

TAHUN PELAJARAN 2024/2025

 

JENJANG PENDIDIKAN        : SMP AL – AZHAR 3                               

MATA PELAJARAN               : MATEMATIKA                                            

 WAKTU                                   : 120 Menit

KURIKULUM                         : MERDEKA                                                  

KELAS/ SEMESTER               : VIII/ 2                                                                                                                       

 

No

Kompetensi Dasar

 Materi pokok

Indikator

No. Soal

Bentuk Soal

Aspek Yang diukur

 

 

 

 

 Diukur

1

3.6    Menjelaskan persamaan dan pertidaksamaan linear dua variabel dan penyelesaiannya

 

 

 

4.6    Menyelesaikan masalah yang berkaitan dengan persamaan dan pertidaksamaan linear dua variabel

 

 SPLDV

 

1. Siswa dapat menentukan yang termasuk SPLDV

2. Siswa dapat menentukan nilai y dari SPLDV

3. Siswa dapat mengaplikasikan selisih dua bilangan dengan kalimat matematika SPLDV

4. Siswa dapat menentukan dan mengaplikasikan persamaan dalam kehidupan sehari-hari

 

 

 

 

1 - 15

  PILIHAN GANDA

  

C1,C2,C3

 

2

3.6 Menjelaskan dan membuktikan teorema Pythagoras dan tripel Pythagoras

 

4.6 Menyelesaikan maslah yang berkaitan dengan teorema Pythagoras dan tripel Pythagoras

 

TEOREMA PYTHAGORAS

1.       Disajikan beberapa pernyataan, peserta didik dapat memeriksa kebenaran teorema Pythagoras dengan benar.

2.       Disajikan gambar segitiga, peserta didik dapat menentukan panjang sisi segitiga siku-siku jika panjang dua sisi diketahui dengan benar.

 

3.       Disajikan gambar, peserta didik dapat menentukan panjang sisi segitiga siku-siku yang saling berhimpit pada salah satu sisinya

dengan benar.

4.       Disajikan soal tentang bidang datar, peserta didik dapat menerapkan teorema Pythagoras untuk menentukan panjang salah satu sisi jika panjang dua sisi lain diketahui dengan benar.

5.       Disajikan ukuran segitiga, peserta didik dapat menentukan jenis segitiga berdasarkan panjang sisi-sisi yang diketahui dengan benar.

6.       Disajikan soal bilangan Tripel Pythagoras dalam bentuk bilangan bervariabel, Peserta didik dapat menentukan nilai variabel bilangan tersebut dengan benar.

.

16 - 30

  PILIHAN GANDA

 

C2,C3,C4

3

 

LINGKARAN

1. Disajikan soal tentang unsusr unsur lingkaran

31 - 40

PILIHAN GANDA

C1, C2

 

 


Rabu, 12 Maret 2025

BANGUN RUANG SISI LENGKUNG

  MATA PELAJARAN            : MATEMATIKA

 KELAS                                  :  9A

MATERI POKOK                 : BRLS

PERTEMUAN                       : KE 1 DARI 2

GURU PENGAMPU             : SARI BUDI UTAMI, S.Pd

KOMPETENSI DASAR         :

3.7     Membuat generalisasi luas permukaan dan volume berbagai bangun ruang sisi lengkung (tabung, kerucut, dan bola)

TUJUAN PEMBELAJARAN  : 

Setelah mengikuti proses pembelajaran ini pesertadidik  diharapkan dapat menyebutkan unsur, sifat sifat serta membuat generalisasi luas permukaan  bangun ruang sisi lengkung tabung, kerucut, bola sampai benar.

 


Assalamualaikum anak- anak yang sholeh sholehah....

Apa kabarnya hari ini ?

Semoga kita semua dalam lindungan Allah SWT Aamiin.....

Dan jangan lupa tetap selalu menjaga kesehatan  nya ya nak.

Baiklah sebelum kita melaksanakan pembelajaran di pagi ini, alangkah baiknya kita awali dengan melaksanakan sholat dhuha dan murojaahnya terlebih dahulu ya nak, dan tak lupa setelah itu pembacaan asmaul husna dan doa belajar ya supaya ilmu yang dipelajari hari ini akan bermanfaat, mudah diterima dan akan berkah ilmunya 

Baiklah sebelum kita memasuki materi baru, mari diulas sebentar materi minggu lalu yaitu tentang teorema pythagoras,  adalah sebuah rumus yang digunakan untuk mencari panjang salah satu sisi pada segitiga siku-siku apabila telah diketahui dua panjang sisi lainnya. Dan materi minggu ini adalah tentang :

Pengertian Bangun Ruang Sisi Lengkung

Bangun ruang sisi lengkung ialah sebuah kelompok bangun ruang yang mempunyai bagian – bagian yang berbentuk lengkungan.

Macam – Macam Bangun Ruang Sisi Lengkung

Bangun ruang yang memiliki sisi lengkung diantaranya adalah tabung, kerucut, dan bola.



1. Tabung



Pengertian Tabung

Tabung merupakan suatu bangun ruang berdimensi tiga yang memiliki alas dan tutup yang berbentuk lingkaran dengan ukuran yang sama dan diselimuti oleh persegi panjang.

Unsur – Unsur Tabung

a. Sisi Tabung

Tabung memiliki tiga sisi yang berbeda, yaitu sisi bawah, sisi atas, dan sisi lengkung (selimut tabung). Sisi lengkung merupakan sisi yang dibatasi oleh dua bidang sejajar, yaitu bidang alas (bawah) dan bidang tutup (atas) berbentuk lingkaran yang kongruen.

b. Tinggi Tabung

Tinggi tabung merupakan jarak antara bidang alas dan bidang tutup (pada gambar di atas dinotasikan dengan h).

c. Jari – Jari Tabung

Jari – jari tabung merupakan jari – jari dari lingkaran alas atau tutup, dinotasikan dengan r.

d. Diameter Tabung

Diameter tabung merupakan 2 kali jari – jari, dinotasikan dengan d. Sehingga, d = 2r.

Sifat – Sifat Tabung

Berikut ini merupakan sifat – sifat dari tabung:

  1. emiliki 3 buah sisi (1 buah persegi panjang dan 2 buah lingkaran yang kongruen).
  2. Tidak memiliki rusuk.
  3. Tidak memiliki titik sudut.
  4. Tidak memiliki bidang diagonal.
  5. Tidak memiliki diagonal bidang.
  6. Memiliki sisi alas dan sisi atas yang berhadapan dan kongruen.
  7. Tinggi tabung merupakan jarak titik pusat lingkaran alas dengan titik pusat lingkaran atas.
  8. Bidang tegak tabung berwujud lengkungan yang disebut dengan selimut tabung.
  9. Jaring – jaring tabung berwujud 2 buah lingkaran dan 1 buah persegi panjang.

Soal : menentukan luas permukaan tabung

2. Sebuah tabung memiliki panjang selimut 44 cm. jika luas selimut tabung 440 cm2, luas permukaan tabung tersebut adalah …

Penyelesaian : 

Ditanya : luas permukaan tabung  = …? 

Dijawab : 

Mula-mula, tentukan panjang jari-jari dari panjang selimutnya. 

panjang selimut tabung = keliling lingkaran alas atau tutup tabung




Dengan demikian, luas permukaan tabung dapat ditentukan sebagai berikut : 


3. Panjang jari-jari alas sebuah tabung = 10,5 cm dan tingginya = 20 cm. Untuk π = 22/7 tentukanlah :

a. Luas selimut tabung

b. Luas tabung tanpa tutup

c. Luas tabung seluruhnya

Penyelesaian :

Diket :

r = 10,5 cm

t = 20 cm

π = 22/7

Dit :

a. Luas selimut ?

b. Luas tabung tanpa tutup ?

c. Luas tabung seluruhnya ?

Jawab :

a. Luas selimut tabung = 2πrt

    Luas selimut tabung = 2 × 22/7 × 10,5 × 20

    Luas selimut tabung = 1.320 cm²

b. Luas selimut tanpa tutup = πr² + 2πrt

     Luas selimut tanpa tutup = (22/7×10,5×10,5)+(2×π×10,5×20)

     Luas selimut tanpa tutup = 346,5 + 1.320

     Luas selimut tanpa tutup = 1.666,5 cm²

c. Luas tabung seluruhnya = 2πr(r+t)

    Luas tabung seluruhnya = 2×22/7×10,5×(10,5+20)

    Luas tabung seluruhnya = 2.013 cm²


2. KERUCUT

Kerucut merupakan limas dengan alas yang berbentuk lingkaran. Bangun ini memiliki garis pelukis yang menghubungkan titik puncak dengan rusuk. Berikut adalah unsur-unsur kerucut:

Memiliki sisi alas berbentuk lingkaran.

Garis pelukis yang menghubungkan titik puncak dengan rusuk lengkung.

Selimut kerucut.

Diameter bidang alas (d)

Jari-jari bidang alas (r)

Tinggi kerucut (t) atau jarak dari titik puncak ke pusat bidang alas.

Rumus:

Volume kerucut: 1/3  πr²  t

Luas selimut kerucut: πrs

Luas sisi kerucut: π r ( s + r )


3. BOLA

Bola adalah bangun ruang yang dibatasi oleh bidang lengkung, yang jaraknya ke titik pusat selalu sama. Bola mempunyai selimut dan tidak memiliki sudut. Berikut unsur-unsur bola.

Tidak memiliki rusuk dan titik sudut.

Memiliki bidang sisi lengkung, yakni selimut bola.

Jari-jari bola (r)

Rumus:

Luas Bola = 4 πr²

Luas  bola benda berongga = 2πr

Luas  bola benda padat / pejal = 3πr²

Volume bola 4/3 πr3




LATIHAN


1. Sebuah tabung dengan jari-jari 21 cm dan tinggi 50 cm. Tentukan:
a) Luas selimut tabung
b) Luas tabung tanpa tutup
c) Luas tabung seluruhnya


2. Sebuah drum plastik berbentuk tabung dengan ukuran bagian dalamnya memiliki diameter 60 cm dan tinggi 120 cm. Jika drum diisi minyak hingga penuh tentukan berapa liter volume air yang ada di dalam drum tersebut!


3. Rumus luas selimut tabung adalah ....

4. Sebuah tabung tertutup dengan jari-jari 20 cm dan tingginya 40 cm seperti gbr. berikut. 


Tentukanlah:
a) volume tabung
b) luas alas tabung
c) luas tutup tabung
d) luas selimut tabung
e) luas permukaan tabung
f) luas permukaan tabung jika tutupnya dibuka


KESIMPULAN

Demikianlah pembelajaran kita hari ini, semoga bermanfaat buat kita semuanya.

BRSL yang kita pelajari ada tiga yaitu tabung, kerucut dan bola



REVERENSI

Selasa, 11 Maret 2025

LINGKARAN

  MATA PELAJARAN            : MATEMATIKA

 FASE                                     :  D

MATERI POKOK                 : LINGKARAN

PERTEMUAN                       : KE 1 DARI 3

GURU PENGAMPU             : SARI BUDI UTAMI, S.Pd


CAPAIAN PEMBELAJARAN

Di akhir fase D Peserta didik dapat memahami;  unsur unsur  lingkaran dan menghitung keliling dan luas lingkaran

Tujuan Pembelajaran :

Setelah mengukuti kegiatan pembelajaran menggunakan model pembelajaran discovery Learning, dengan metode literasi, eksperimen, praktikum, dan presentasi dengan menumbuhkan sikap

 1 .  Beriman dan bertakwa kepada Tuhan yang maha Esa

2.    Bergotong royong

3.    Berkebinekaan global

Maka peserta didik Diharapkan dapat :

  •   Memjelaskan  dan memahami unsur unsur lingkaran
  •  Menghitung keliling dan luas lingkaran

Assalamualaikum anak- anak yang sholeh sholehah....

Apa kabarnya hari ini ?

Semoga kita semua dalam lindungan Allah SWT Aamiin.....

Dan jangan lupa tetap selalu menjaga kesehatan  nya ya nak.

Baiklah sebelum kita melaksanakan pembelajaran di pagi ini, alangkah baiknya kita awali dengan melaksanakan sholat dhuha dan murojaahnya terlebih dahulu ya nak, dan tak lupa setelah itu pembacaan asmaul husna dan doa belajar ya supaya ilmu yang dipelajari hari ini akan bermanfaat, mudah diterima dan akan berkah ilmunya 

Baiklah sebelum kita memasuki materi baru, mari diulas sebentar materi minggu lalu yaitu tentang teorema pythagoras,  adalah sebuah rumus yang digunakan untuk mencari panjang salah satu sisi pada segitiga siku-siku apabila telah diketahui dua panjang sisi lainnya. Dan materi minggu ini adalah tentang :


Unsur-Unsur Lingkaran


Titik Pusat (titik O)
Jari-jari (ruas garis OA, OB, OC, OD).
Diameter (ruas garis AB)
Tali Busur (ruas garis AD dan AB)
Busur (garis lengkung AD, DC, AB)
Juring (daerah BOC)
Tembereng (daerah warna biru)
Apotema (ruas garis OE)
 

cara menghitung unsur-unsur lingkaran. 
 

1. Rumus Keliling dan Luas Lingkaran

Apa bedanya keliling lingkaran dan luas lingkaran? Keliling lingkaran adalah panjang garis lengkung dari suatu lingkaran, sedangkan luas lingkaran merupakan luas daerah yang dibatasi oleh busur lingkaran atau keliling lingkaran.

Berikut rumus untuk menghitung keliling dan luas lingkaran.



Contoh Soal!

1. Diketahui lingkaran dengan jari-jari 20 cm, keliling lingkaran tersebut adalah …

Pembahasan:

Diketahui: r = 20 cm

Ditanya: Keliling lingkaran (K) …?

 

Jawab:

K = 2 × π × r
K = 2 × 3,14 × 20
K = 125,6 cm

Jadi, keliling lingkaran tersebut adalah 125,6 cm.

 

2. Jika diketahui sebuah lingkaran mempunyai diameter 10 cm. Berapakah luas lingkaran tersebut?

Pembahasan:

Diketahui: d = 10 cm

Ditanya: Luas lingkaran (L) …?

L = (1/4) × 3,14 × (10)2
L = (1/4) × 314
L = 78,5 cm2

Jadi, luas lingkaran tersebut adalah 78,5 cm2.

 

2. Rumus Menghitung Sudut Pusat dan Sudut Keliling


Perbedaan antara sudut pusat dan sudut keliling. Perhatiin deh pengertiannya sama gambarnya.

 

Sudut pusat itu merupakan daerah sudut yang dibatasi oleh dua jari-jari lingkaran yang titik sudutnya merupakan titik pusat lingkaran. Contoh: ∠AOB.

Nah, kalau sudut keliling merupakan daerah sudut yang dibatasi oleh dua tali busur yang berpotongan di satu titik pada lingkaran dan titik sudutnya terletak pada keliling lingkaran. Contoh: ∠ADB dan ∠ACB.



Ada hubungan antara sudut pusat dan sudut keliling lingkaran.

Kalau keduanya menghadap busur yang sama maka besar sudut pusat bakal sama dengan dua kalinya besar sudut keliling.



LATIHAN

Rumus keliling serta luas bangun datar berbentuk lingkaran yang tepat yaitu…

A. K = 2 π r dan L = π r2

B. K = π rdan L = 2 π r

C. K = π r dan L = ½ π r2

D. K = ½ π r dan L = π r2


REVERENSI

https://www.ruangguru.com/blog/cara-menghitung-unsur-lingkaran

https://mamikos.com/info/contoh-soal-luas-dan-keliling-lingkaran-kelas-6-sd-pljr/



Kamis, 20 Februari 2025

MATERI KELAS 8 HUBUNGAN ANTAR PANJANG SISI SEGITIGA SIKU SIKU

  MATA PELAJARAN            : MATEMATIKA

 FASE                                     :  D

MATERI POKOK                 : TEOREMA PYTHAGORAS

PERTEMUAN                       : KE 3 DARI 4

GURU PENGAMPU             : SARI BUDI UTAMI, S.Pd


CAPAIAN PEMBELAJARAN

Di akhir fase D Peserta didik dapat menyatakan suatu situasi ke dalam bentuk  aljabar;  operasi  bentuk  aljabar  yang  ekuivalen; menyelesaikan teorema pythagoras

Tujuan Pembelajaran :

Setelah mengukuti kegiatan pembelajaran menggunakan model pembelajaran discovery Learning, dengan metode literasi, eksperimen, praktikum, dan presentasi dengan menumbuhkan sikap

 1 .  Beriman dan bertakwa kepada Tuhan yang maha Esa

2.    Bergotong royong

3.    Berkebinekaan global

Maka peserta didik Diharapkan dapat :

  •   Memjelaskan sisi-sisi pada segitiga siku-siku
  •   Memahami 3 bilangan yang merupakan panjang sisi-sisi segitiga siku-siku
  •   Menuliskan tiga bilangan ukuran panjang sisi segitga siku-siku (Triple Pythagoras).

Assalamualaikum anak- anak yang sholeh sholehah....

Apa kabarnya hari ini ?

Semoga kita semua dalam lindungan Allah SWT Aamiin.....

Dan jangan lupa tetap selalu menjaga kesehatan  nya ya nak.

Baiklah sebelum kita melaksanakan pembelajaran di pagi ini, alangkah baiknya kita awali dengan melaksanakan sholat dhuha dan murojaahnya terlebih dahulu ya nak, dan tak lupa setelah itu pembacaan asmaul husna dan doa belajar ya supaya ilmu yang dipelajari hari ini akan bermanfaat, mudah diterima dan akan berkah ilmunya 

Baiklah sebelum kita memasuki materi baru, mari diulas sebentar materi minggu lalu yaitu tentang teorema pythagoras,  adalah sebuah rumus yang digunakan untuk mencari panjang salah satu sisi pada segitiga siku-siku apabila telah diketahui dua panjang sisi lainnya. Dan materi minggu ini adalah tentang :


HUBUNGAN ANTAR PANJANG SISI SEGITIGA SIKU SIKU

Menentukan Macam-Macam Segitiga
Tanpa perlu mengetahui gambar/ilustrasi suatu segitiga, berdasarkan teorema Pythagoras dapat diketahui kategori suatu segitiga.

Pada pembahasan mengenai segiempat dan segitiga, telah dijelaskan kalau ada beberapa macam segitiga berdasarkan sudut dan kesamaan sisinya.

Namun secara garis besar, bisa dibilang hanya ada tiga jenis segitiga.

Segitiga tersebut merupakan segitiga lancip dengan sudut kurang dari 90°.
Segitiga siku-siku yang salah satu sudutnya membentuk 90°.
Dan segitiga tumpul yang salah satu sudutnya lebih besar dari 90°.

Pada segitiga lancip, persamaan pada teorema Pythagoras tidak terpenuhi.

Sebab ekspresinya berubah menjadi sebuah pertidaksamaan, yaitu berupa a2 + b2 > c2.

Artinya jumlah kuadrat dari dua sisi yang membentuk sudut lancip tersebut, lebih besar dari kuadrat panjang sisi lainnya (yaitu c).

Hal serupa tapi berbeda tanda berlaku pada segitiga tumpul. Jumlah kuadrat dari dua sisi yang membentuk sudut tumpul kurang dari kuadrat panjang sisi lainnya, yaitu i>a2 + b2 < c2.

Dan tanda kesamaan akan berlaku ketika segitiganya merupakan segitiga siku-siku.
Dari itu semua, bisa diringkas kondisi-kondisinya menjadi seperti berikut:

a2 + b2 = c2, segitiga siku-siku, sudutnya 90°.
a2 + b2 > c2, segitiga tumpul, sudutnya > 90°.
a2 + b2 < c2, segitiga lancip, sudutnya < 90°.

Perbandingan Panjang Sisi-Sisi pada Segitiga Siku-Siku Khusus
Terdapat dua segitiga siku-siku khusus yaitu segitiga siku-siku sama kaki dan segitiga siku-siku dengan salah satu sudutnya 30°. Bagaimana perbandingan sisi-sisi kedua segitiga tersebut? Dengan konsep Teorema Pythagoras, kita akan menemukan perbandingannya.

1. Segitiga Siku-siku Sama Kaki
Salah satu dari segitiga siku-siku adalah segitiga siku-siku sama kaki dengan besar ketiga sudutnya adalah 45° - 45° - 90°. Setiap segitiga siku-siku sama kaki adalah setengah dari persegi.
Perbandingan segitiga siku siku sama sisi (sudut 45°)

Pada segitiga siku-siku sama kaki maka kedua kaki sudutnya sama panjang. Oleh karena itu, dengan memisahkan panjang kaki sudutnya 1 satuan, maka panjang hipotenusanya dapat ditentukan dengan menggunakan teorema Pythagoras. 


2. Perbandingan Sisi Sudut 30° dan 60°
Perbandingan segitiga dengan sudut 30°,60° dan 90°
Segitiga ABC tersebut adalah segitiga sama sisi, jika dipotong menjadi dua bagian maka terdapat dua segitiga siku-siku, seperti gambar berikut. 
Jika panjang AC = 2 cm dan panjang CD = 1 cm maka, 
Jadi, perbandingan segitiga dengan sudut 30°,60° dan 90° adalah
CONTOH
1 – Soal Perbandingan Sisi Segitiga Siku-Siku
Panjang sisi AC adalah ….
A. 4√2 cm
B. 4√3 cm
C. 8 cm
D. 8√3 cm
Pemabahasan:
Pada soal terdapat sebuah segitiga siku-siku dengan beberapa informasi seperti berikut.

Panjang sisi AB = 4 cm
Besar sudut A: ∠A = 60o
Segitiga siku-siku di sudut B (besar sudut B: ∠B = 90o)
Besar sudut C: ∠C = 180o ‒ (90o + 60o) = 30o
Diketahui perbandingan besar sudut A : B : C = 60o : 90o : 30o, sehingga perbandingan sisi segitiga siku-siku adalah AB : BC : AC = 1 : √3 : 2.

Menghitung panjang sisi AC:
AC/AB = 2/1
AC/4 = 2/1
1 × AC = 4 × 2
AC = 8 cm

Jadi, panjang sisi AC sama dengan cm

Jawaban: C


2 – Soal Perbandingan Sisi Segitiga Siku-Siku
Pembahasan:
Dari soal dapat diketahui dua buah sergitiga siku-siku yaitu segitiga ABD dan ACD yang keduanya siku-siku di titik D (besar ∠ADB = ∠ADC = 90o). Di mana besar sudut dan panjang sisi yang diketahui sesuai dengan nilai-nilai di bawah

Besar sudut ABD: ∠ABD = 30o 
Besar sudut ACD: ∠ACD = 60o
Panjang sisi AB = 12 cm
Sehingga dapat diketahui bahwa besar ∠BAD = 60o dan besar ∠CAD = 60o. Maka perbandingan sisi segitiga untuk kedua segitiga tersebut adalah,

∠ABD : ∠BDA : ∠BAD = 30o : 90o : 60o 
AD : AB : BD = 1 : 2 : √3
∠ACD : ∠CDA : ∠CAD = 60o : 90o : 30o
AD : AC : CD = √3 : 2 : 1
Dapat diperoleh dua perbandingan sisi segitiga siku-siku yaitu,
AD : AB = 1 : 2
AD : AC = √3 : 2.
Menentukan hubungan panjang sisi AD dan AC:
AD : AC = √3 : 2
AD/AC = √3/2
AD = √3/2AC

Menghitung nilai AC:
AD : AB = 1 : 2
AD : 12 = 1 : 2
AD/12 = 1/2
2 × AD = 1 × 12
2 × √3/2AC = 1 × 12
√3AC = 12
AC = 12/√3 = 12/3√3 = 4√3 cm

Jadi, panjang sisi AC sama dengan 4√3 cm.

Jawaban: B



LATIHAN



1. Diketahui segitiga PQR siku-siku di P dan besar sudut Q adalah . Jika panjang PQ = 7 cm, maka panjang PR dan QR adalah....

2. Perhatikan segitiga siku-siku di bawah ini.
Panjang sisi AC adalah ... cm




KESIMPULAN


Menentukan Macam-Macam Segitiga
Tanpa perlu mengetahui gambar/ilustrasi suatu segitiga, berdasarkan teorema Pythagoras dapat diketahui kategori suatu segitiga.

Pada pembahasan mengenai segiempat dan segitiga, telah dijelaskan kalau ada beberapa macam segitiga berdasarkan sudut dan kesamaan sisinya.

Namun secara garis besar, bisa dibilang hanya ada tiga jenis segitiga.

Segitiga tersebut merupakan segitiga lancip dengan sudut kurang dari 90°.
Segitiga siku-siku yang salah satu sudutnya membentuk 90°.
Dan segitiga tumpul yang salah satu sudutnya lebih besar dari 90°.


REVERENSI